KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mendorong PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) untuk semakin mengoptimalkan penciptaan lapangan kerja profesional dari masyarakat di sekitar lokasi proyek, seiring keberhasilan proyek strategis kelistrikan seperti PLTU Sofifi 2×3 MW Unit #2 di Maluku Utara.
ALPERKLINAS menilai, keberhasilan teknis harus diiringi dengan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi warga lokal, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM dan penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong Pemerintah dan PLN Gencar Sosialisasikan Bahaya Listrik ke Masyarakat
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa proyek kelistrikan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada output energi, tetapi juga harus menjadi instrumen pembangunan manusia.
“Kami melihat keberhasilan First Synchrone PLTU Sofifi ini sebagai momentum strategis untuk memastikan bahwa masyarakat sekitar proyek tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat sebagai tenaga kerja profesional yang kompeten dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Tohom, PLN Nusantara Power Construction memiliki posisi penting dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan berbasis proyek yang berkelanjutan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Kemandirian Energi PTPN IV Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik
Ia menilai, proses pembangunan pembangkit yang melibatkan berbagai bidang seperti civil work, mechanical, hingga electrical merupakan peluang besar untuk transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal.
“Di sinilah peran PLN NPC harus diperkuat, tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kapasitas manusia. Ini investasi jangka panjang yang akan berdampak pada kemandirian daerah,” jelasnya, Jumat (10/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya standardisasi dan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat sekitar proyek agar dapat memenuhi kebutuhan industri kelistrikan yang semakin kompleks.