KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mendorong PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) untuk semakin mengoptimalkan penciptaan lapangan kerja profesional dari masyarakat di sekitar lokasi proyek, seiring keberhasilan proyek strategis kelistrikan seperti PLTU Sofifi 2×3 MW Unit #2 di Maluku Utara.
ALPERKLINAS menilai, keberhasilan teknis harus diiringi dengan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi warga lokal, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM dan penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Kemandirian Energi PTPN IV Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa proyek kelistrikan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada output energi, tetapi juga harus menjadi instrumen pembangunan manusia.
“Kami melihat keberhasilan First Synchrone PLTU Sofifi ini sebagai momentum strategis untuk memastikan bahwa masyarakat sekitar proyek tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat sebagai tenaga kerja profesional yang kompeten dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Tohom, PLN Nusantara Power Construction memiliki posisi penting dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan berbasis proyek yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025
Ia menilai, proses pembangunan pembangkit yang melibatkan berbagai bidang seperti civil work, mechanical, hingga electrical merupakan peluang besar untuk transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal.
“Di sinilah peran PLN NPC harus diperkuat, tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kapasitas manusia. Ini investasi jangka panjang yang akan berdampak pada kemandirian daerah,” jelasnya, Jumat (10/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya standardisasi dan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat sekitar proyek agar dapat memenuhi kebutuhan industri kelistrikan yang semakin kompleks.
“Kita tidak ingin tenaga kerja lokal hanya ditempatkan di posisi non-skill. Harus ada roadmap yang jelas agar mereka bisa naik kelas menjadi tenaga profesional, bahkan spesialis di bidang kelistrikan,” tambah Tohom.
Lebih lanjut, Tohom mengapresiasi keberhasilan PLN Nusantara Power dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah timur Indonesia, khususnya melalui proyek PLTU Sofifi yang kini mulai menunjukkan hasil signifikan.
Menurutnya, perubahan dari kondisi defisit menjadi surplus listrik di Sofifi merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam mendorong pemerataan energi.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus diikuti dengan pendekatan pembangunan inklusif.
“Energi listrik adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Ketika listrik sudah tersedia dan andal, maka industri, UMKM, hingga sektor pendidikan akan bergerak. Tapi jangan lupa, masyarakat lokal harus menjadi bagian dari rantai nilai itu,” tegasnya.
Tohom juga menilai bahwa pengurangan ketergantungan pada pembangkit diesel merupakan langkah maju yang tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga aspek lingkungan.
Ia berharap ke depan, PLN dapat terus mengembangkan pembangkit yang lebih ramah lingkungan sekaligus tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.
Dengan keberhasilan tahapan First Synchrone dan menuju Commercial Operation Date (COD), ALPERKLINAS optimistis proyek PLTU Sofifi dapat menjadi model pembangunan ketenagalistrikan yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga progresif secara sosial.
“Kami berharap PLN NPC bisa menjadikan proyek ini sebagai role model nasional, di mana pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan penciptaan tenaga kerja profesional dari masyarakat lokal,” tutup Tohom.
PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Power Construction sebelumnya berhasil mencapai tonggak penting dalam proyek PLTU Sofifi Unit #2, yang telah melalui berbagai tahapan pengujian dan mendapatkan Rekomendasi Laik Sinkron (RLS).
Proyek ini juga melanjutkan tahapan Reliability Run selama 14 hari dan Performance Test sebelum mencapai COD.
Kehadiran PLTU ini memperkuat sistem kelistrikan di Sofifi dan sekitarnya serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
[Redaktur: Mega Puspita]