Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penguatan koordinasi dan kolaborasi antara Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perdagangan, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), organisasi perlindungan konsumen, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Tohom juga menyatakan apresiasinya terhadap langkah BSN yang terus melibatkan unsur konsumen dalam berbagai forum internasional sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pengguna standar, tetapi juga ikut berkontribusi dalam proses pembentukannya.
Baca Juga:
Blackout Sumatera, PLN Watch: Momentum Transformasi Menuju Kedaulatan Energi dan Budaya Standar Nasional
“Ke depan saya berharap kolaborasi antara BSN, pemerintah, organisasi konsumen, akademisi, dan pelaku usaha semakin kuat sehingga Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan standar internasional yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembahasan standar internasional yang semakin berpengaruh terhadap arah perlindungan konsumen global.
Keterlibatan Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba sebagai representasi konsumen nasional juga menunjukkan semakin besarnya peran organisasi konsumen Indonesia dalam mengawal kepentingan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Listrik Desa di Noemuke, ALPERKLINAS: Dampaknya Jauh Melampaui Penerangan
[Redaktur: Sandy]