Menurut Tohom, pembentukan kelompok kerja khusus AI tersebut menjadi langkah maju yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.
“AI akan semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, aspek transparansi, keamanan, keadilan, privasi, dan akuntabilitas harus menjadi perhatian utama. Saya mengapresiasi COPOLCO yang mulai memberikan perhatian serius terhadap isu ini agar perkembangan teknologi tetap berpihak kepada konsumen,” tegasnya.
Baca Juga:
Blackout Sumatera, PLN Watch: Momentum Transformasi Menuju Kedaulatan Energi dan Budaya Standar Nasional
COPOLCO juga menetapkan isu hak-hak konsumen digital sebagai salah satu prioritas utama organisasi dan mendorong penguatan kerja sama internasional melalui Hainan Initiative on Digital Consumer Rights and Standardisation Cooperation yang diinisiasi oleh Standardisation Administration of China (SAC).
Di sela sidang, COPOLCO menyelenggarakan workshop bertajuk “Digital Consumer Rights: Global Perspectives, Gaps, and Opportunities” yang menghadirkan narasumber dari OECD, United Nations for Human Rights, International Telecommunication Union (ITU), ASEAN Secretariat, dan sejumlah organisasi internasional lainnya untuk membahas tantangan perlindungan konsumen digital lintas negara.
Forum tersebut menyoroti berbagai persoalan yang semakin kompleks di era digital, mulai dari diskriminasi algoritma, manipulasi digital, keamanan produk berbasis AI, perlindungan data pribadi, hingga kesulitan konsumen dalam menyelesaikan sengketa transaksi digital lintas negara.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Listrik Desa di Noemuke, ALPERKLINAS: Dampaknya Jauh Melampaui Penerangan
Tohom menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan suara konsumen nasional ikut terakomodasi dalam berbagai standar internasional yang nantinya akan memengaruhi kebijakan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi digital di dalam negeri.
“Konsumen Indonesia harus menjadi bagian dari percakapan global. Melalui keterlibatan aktif dalam COPOLCO, kita dapat membawa perspektif dan kebutuhan masyarakat Indonesia ke forum internasional sekaligus belajar dari praktik terbaik negara lain dalam membangun sistem perlindungan konsumen yang lebih kuat,” katanya.
Berdasarkan hasil sidang, Indonesia dipandang perlu memperkuat keterlibatan konsumen dalam proses pengembangan standar nasional maupun internasional agar kepentingan masyarakat semakin terakomodasi dalam setiap tahapan standardisasi.