WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia memperkuat perannya dalam pengembangan standar internasional yang berorientasi pada perlindungan konsumen melalui partisipasi aktif dalam Sidang Plenary dan Workshop ISO Committee on Consumer Policy (COPOLCO) ke-47 yang berlangsung di Haikou, Hainan, China, pada 26-29 Mei 2026.
Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Sistem dan Harmonisasi Pengembangan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN) Triningsih Herlinawati, didampingi Suhaimi A. Kasman, serta Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) KRT Tohom Purba yang hadir sebagai perwakilan konsumen Indonesia dalam forum tersebut.
Baca Juga:
Blackout Sumatera, PLN Watch: Momentum Transformasi Menuju Kedaulatan Energi dan Budaya Standar Nasional
Tohom menyambut positif penyelenggaraan COPOLCO ke-47 karena dinilai menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia terhadap perlindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).
“Saya melihat forum COPOLCO tahun ini sangat progresif karena tidak hanya membahas perlindungan konsumen secara konvensional, tetapi juga mulai merespons tantangan besar yang muncul akibat transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial. Ini menunjukkan bahwa standar internasional terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat global,” ujar Tohom, Jumat (6/6/2026).
COPOLCO merupakan komite kebijakan International Organization for Standardization (ISO) yang bertugas memastikan kepentingan dan perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam pengembangan standar internasional, dengan keanggotaan mencapai 135 negara dan organisasi konsumen yang terdiri dari 82 anggota partisipan serta 53 anggota pengamat.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Listrik Desa di Noemuke, ALPERKLINAS: Dampaknya Jauh Melampaui Penerangan
Dalam sidang tersebut, para peserta membahas berbagai isu strategis perlindungan konsumen di era digital, mulai dari keamanan produk dan layanan digital, perlindungan data pribadi, transparansi algoritma, hingga penguatan peran konsumen dalam proses standardisasi internasional.
Chair ISO COPOLCO Dr. Eunsook Moon menegaskan bahwa transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial menghadirkan tantangan baru terkait transparansi, keadilan, keamanan, akuntabilitas, privasi, dan inklusivitas sehingga diperlukan penguatan peran standar internasional agar teknologi tetap berpihak kepada konsumen.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam sidang plenary adalah pembentukan Working Group (WG) 26 on Consumer Protection in Artificial Intelligence Systems yang akan berfokus pada identifikasi peluang, risiko, dan tantangan penggunaan AI terhadap konsumen sekaligus mengoordinasikan pengembangan kebijakan perlindungan konsumen berbasis AI di tingkat global.