Fitur pencarian SPKLU, home charging, hingga trip planner dinilai sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan kebutuhan konsumen masa depan.
“PLN tidak hanya menjual listrik, tetapi membangun ekosistem. Ini visi yang jarang dimiliki BUMN pelayanan publik,” ungkap Tohom.
Baca Juga:
SPKLU Tasikmalaya Ramai, 1.146 Transaksi Warnai Mudik Lebaran
ALPERKLINAS berpandangan bahwa transformasi digital semacam ini harus terus diperluas dan disempurnakan.
Tohom mendorong agar PLN Mobile juga menjadi sarana edukasi konsumen, termasuk transparansi tarif, kualitas layanan, dan mekanisme pengaduan yang responsif.
“Jika PLN Mobile terus dikembangkan secara konsisten, maka jarak psikologis antara PLN dan konsumen akan semakin hilang. Inilah wajah baru pelayanan publik yang beradab dan berorientasi masa depan,” tutupnya.
Baca Juga:
PLN Cijawura Nyalakan LUTD, Pastikan Listrik Andal Saat Idulfitri
[Redaktur: Mega Puspita]