“Ini menunjukkan bahwa PLN tidak hanya menjaga listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan ekosistem sosial dan ekonomi tetap bergerak tanpa hambatan selama hari raya,” kata Tohom.
Ia juga menekankan bahwa keandalan listrik saat hari besar keagamaan memiliki dampak psikologis dan sosial yang besar bagi masyarakat.
Baca Juga:
Pengguna EV Puji Kenyamanan SPKLU PLN Cianjur Saat Arus Balik Lebaran
“Ketika listrik stabil, masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk, berkumpul dengan keluarga dengan nyaman, dan roda ekonomi tetap berjalan, ini dampak berlapis yang sering kali luput dari perhatian,” ujarnya.
Lebih jauh, Tohom memandang keberhasilan PLN dalam menjaga keandalan listrik saat Idulfitri harus menjadi standar baru dalam pelayanan publik ke depan.
“Ke depan, pola siaga seperti ini perlu dijadikan baseline nasional, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam menghadapi berbagai momentum penting lainnya,” katanya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sambut Positif ITPLN Buka 150 Kuota Ikatan Kerja, Perkuat Pelayanan Listrik Nasional
Sebelumnya, General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyampaikan bahwa kesiapsiagaan telah dipersiapkan sejak awal guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik selama libur panjang Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa layanan kelistrikan tetap berjalan normal selama periode tersebut dengan sistem kerja bergilir di posko dan pusat kendali yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Iwan juga menegaskan bahwa seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari jaringan listrik hingga kesiapan personel teknis, telah dipastikan dalam kondisi optimal untuk merespons cepat apabila terjadi gangguan.