KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapsiagaan 24 jam petugas PT PLN (Persero) UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama momentum Idulfitri 2026.
“Langkah PLN ini bukan sekadar rutinitas operasional, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas listrik yang andal, terutama di momen krusial seperti Idulfitri,” kata Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba.
Baca Juga:
Pengguna EV Puji Kenyamanan SPKLU PLN Cianjur Saat Arus Balik Lebaran
Ia menilai kesiapan yang dilakukan PLN menunjukkan transformasi signifikan dalam tata kelola layanan kelistrikan yang kini semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Di tengah lonjakan konsumsi listrik saat Lebaran, PLN mampu menjaga stabilitas tanpa gangguan berarti, ini mencerminkan perencanaan yang matang dan sistem pengawasan yang terintegrasi,” ujarnya.
Menurut Tohom, kehadiran posko siaga, command center, serta personel di lapangan merupakan indikator kuat bahwa PLN telah mengedepankan pendekatan preventif, bukan sekadar reaktif.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sambut Positif ITPLN Buka 150 Kuota Ikatan Kerja, Perkuat Pelayanan Listrik Nasional
“Pendekatan ini visioner karena mengedepankan mitigasi risiko sejak awal, sehingga potensi gangguan bisa ditekan seminimal mungkin, bahkan sebelum dirasakan pelanggan,” ucapnya.
PLN UID Kalselteng sendiri diketahui telah menyiagakan layanan kelistrikan selama 24 jam penuh dengan dukungan 38 posko distribusi dan 18 posko mudik yang tersebar di berbagai titik strategis.
Seluruh posko tersebut terintegrasi dengan command center yang memantau kondisi sistem kelistrikan secara real time, serta didukung pengamanan di 184 lokasi penting seperti fasilitas publik, pusat kegiatan masyarakat, dan objek vital lainnya.
“Ini menunjukkan bahwa PLN tidak hanya menjaga listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan ekosistem sosial dan ekonomi tetap bergerak tanpa hambatan selama hari raya,” kata Tohom.
Ia juga menekankan bahwa keandalan listrik saat hari besar keagamaan memiliki dampak psikologis dan sosial yang besar bagi masyarakat.
“Ketika listrik stabil, masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk, berkumpul dengan keluarga dengan nyaman, dan roda ekonomi tetap berjalan, ini dampak berlapis yang sering kali luput dari perhatian,” ujarnya.
Lebih jauh, Tohom memandang keberhasilan PLN dalam menjaga keandalan listrik saat Idulfitri harus menjadi standar baru dalam pelayanan publik ke depan.
“Ke depan, pola siaga seperti ini perlu dijadikan baseline nasional, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam menghadapi berbagai momentum penting lainnya,” katanya.
Sebelumnya, General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyampaikan bahwa kesiapsiagaan telah dipersiapkan sejak awal guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik selama libur panjang Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa layanan kelistrikan tetap berjalan normal selama periode tersebut dengan sistem kerja bergilir di posko dan pusat kendali yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Iwan juga menegaskan bahwa seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari jaringan listrik hingga kesiapan personel teknis, telah dipastikan dalam kondisi optimal untuk merespons cepat apabila terjadi gangguan.
Ia menambahkan bahwa komitmen menjaga keandalan listrik dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam pelayanan sehari-hari kepada masyarakat.
[Redaktur: Mega Puspita]