KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen PT PLN (Persero) dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu berkapasitas 1.000 megawatt (MW) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Organisasi ini menilai proyek tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat keandalan listrik sekaligus mempercepat transisi energi bersih nasional.
Baca Juga:
Kolaborasi PLN–MEBI–Huawei Hadirkan SPKLU Tercanggih, ALPERKLINAS: Konsumen EV Makin Terlindungi
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa proyek pumped storage tersebut merupakan inovasi penting dalam menjawab tantangan kelistrikan masa depan.
“Ini bukan proyek pembangkit listrik biasa. Pumped storage adalah solusi penyimpanan energi skala besar yang sangat dibutuhkan sistem kelistrikan modern. PLN menunjukkan visi jauh ke depan dalam menjaga stabilitas pasokan, khususnya dari energi terbarukan yang sifatnya intermiten,” ujar Tohom, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, kapasitas 1.000 MW yang direncanakan menjadikan PLTA Pumped Storage Grindulu sebagai salah satu infrastruktur energi paling strategis di Indonesia.
Baca Juga:
Langkah KG Media Gunakan REC PLN, ALPERKLINAS: Transisi Energi Butuh Partisipasi Korporasi
Ia menilai kehadiran fasilitas ini akan menjadi tulang punggung baru sistem kelistrikan Jawa Timur dan Bali.
“Ketika penetrasi energi baru terbarukan seperti surya dan angin terus meningkat, maka kebutuhan akan giant battery menjadi mutlak. Pumped storage bekerja seperti baterai raksasa yang menyimpan kelebihan energi dan melepasnya saat beban puncak. Ini menjamin listrik tetap andal bagi konsumen,” katanya.
Tohom menambahkan, dari perspektif perlindungan konsumen listrik, proyek ini berpotensi menekan risiko gangguan pasokan dan fluktuasi sistem.
Keandalan listrik, lanjutnya, merupakan hak dasar konsumen yang harus dijaga seiring transformasi energi.
Ia juga menilai proyek yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 tersebut menunjukkan konsistensi PLN dalam mendukung target pemerintah menuju net zero emission.
“Transisi energi tidak cukup hanya membangun pembangkit terbarukan. Harus ada ekosistem pendukung yang memastikan sistem tetap stabil dan efisien. Pumped storage adalah fondasi penting agar energi bersih bisa tumbuh tanpa mengorbankan keandalan,” tegasnya.
Lebih jauh, Tohom melihat multiplier effect ekonomi dari proyek ini akan signifikan bagi Kabupaten Pacitan.
Selain menyerap tenaga kerja, pembangunan infrastruktur berskala besar juga akan mendorong pertumbuhan sektor pendukung dan meningkatkan daya tarik investasi daerah.
“Pacitan berpeluang menjadi pusat inovasi energi bersih nasional. Jika dikelola dengan baik, proyek ini akan memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya bagi PLN, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha lokal,” ungkapnya.
Menurut Tohom, ALPERKLINAS akan terus mengawal agar pembangunan proyek tetap memperhatikan aspek transparansi, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.
Ia meyakini sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan proyek tersebut.
Sebelumnya, General Manager PLN UIP JBTB Moh Fathol Arifin menyatakan bahwa proyek PLTA Pumped Storage Grindulu diproyeksikan menjadi yang terbesar kedua di Indonesia dan merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target net zero emission.
Manajer PLN UPP JBTB 1 Yogyakarta Wahyu Kurniawan menambahkan bahwa saat ini PLN tengah menyiapkan studi kelayakan di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji juga mendukung penuh proyek tersebut dan berharap Pacitan dapat menjadi percontohan pengembangan energi bersih tingkat nasional.
[Redaktur: Mega Puspita]