“Indonesia membutuhkan institusi seperti PLN EPI yang tidak hanya kuat dalam menjaga pasokan energi primer, tetapi juga visioner dalam merawat bumi. Inilah bentuk investasi jangka panjang untuk generasi mendatang,” tuturnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa aksi konservasi yang dilakukan PLN EPI membuktikan BUMN kelistrikan memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Baca Juga:
Skandal Minyak Pertamina Rugikan Negara Rp69 Triliun, Eks Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun
“Kalau model seperti ini terus diperluas di berbagai wilayah operasional, saya optimistis PLN akan menjadi salah satu perusahaan energi paling progresif di Asia Tenggara dalam menggabungkan ketahanan energi, pelindungan konsumen, dan keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.
Ia menambahkan, masyarakat tentu akan semakin percaya kepada PLN apabila setiap proyek energi selalu dibarengi langkah konkret yang memberikan manfaat ekologis dan sosial.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan bahwa sebagai pengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, PLN EPI memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keberadaan infrastruktur energi berjalan selaras dengan perlindungan ekosistem.
Baca Juga:
BUMN Topang Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, MARTABAT Prabowo-Gibran: Transformasi Harus Terus Dipercepat
Menurut Mamit, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan pasokan energi nasional dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]