KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi komitmen PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Langkah tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa pembangunan sektor energi nasional dapat berjalan harmonis dengan pelestarian lingkungan.
Baca Juga:
Skandal Minyak Pertamina Rugikan Negara Rp69 Triliun, Eks Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa inisiatif PLN EPI merupakan terobosan strategis yang memperlihatkan wajah baru industri energi Indonesia yang lebih bertanggung jawab, modern, dan berkelanjutan.
“PLN EPI telah menunjukkan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya berbicara soal ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Ini adalah paradigma besar yang patut menjadi contoh bagi seluruh pelaku industri,” ujar Tohom Purba di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Tohom, penanaman ribuan pohon cemara udang di kawasan pesisir Jeranjang memiliki dampak jangka panjang yang sangat penting.
Baca Juga:
BUMN Topang Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, MARTABAT Prabowo-Gibran: Transformasi Harus Terus Dipercepat
Selain melindungi pantai dari abrasi, kegiatan ini akan memperkuat sektor pariwisata, mendukung pelaku UMKM, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Ketika perusahaan energi hadir dengan pendekatan yang berpihak kepada lingkungan, maka yang tumbuh bukan hanya pohon, tetapi juga harapan, kesejahteraan, dan kepercayaan publik,” katanya.
Tohom menilai langkah PLN EPI selaras dengan arah pembangunan nasional menuju ekonomi hijau. Ia melihat penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) sebagai fondasi penting agar Indonesia mampu menjadi kekuatan energi regional yang tetap menjaga kelestarian sumber daya alam.
“Indonesia membutuhkan institusi seperti PLN EPI yang tidak hanya kuat dalam menjaga pasokan energi primer, tetapi juga visioner dalam merawat bumi. Inilah bentuk investasi jangka panjang untuk generasi mendatang,” tuturnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa aksi konservasi yang dilakukan PLN EPI membuktikan BUMN kelistrikan memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
“Kalau model seperti ini terus diperluas di berbagai wilayah operasional, saya optimistis PLN akan menjadi salah satu perusahaan energi paling progresif di Asia Tenggara dalam menggabungkan ketahanan energi, pelindungan konsumen, dan keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.
Ia menambahkan, masyarakat tentu akan semakin percaya kepada PLN apabila setiap proyek energi selalu dibarengi langkah konkret yang memberikan manfaat ekologis dan sosial.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan bahwa sebagai pengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, PLN EPI memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keberadaan infrastruktur energi berjalan selaras dengan perlindungan ekosistem.
Menurut Mamit, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan pasokan energi nasional dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]