“Listrik hari ini bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi menjadi tulang punggung ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan layanan digital. Ketika PLN mampu memulihkan dalam waktu relatif singkat, maka potensi kerugian sosial dan ekonomi masyarakat bisa ditekan secara signifikan,” katanya.
Tohom juga menekankan pentingnya langkah preventif yang telah dilakukan PLN, seperti pemangkasan pohon di sekitar jaringan dan penguatan infrastruktur distribusi.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Transformasi 153 Pasar Jakarta, Dorong Aglomerasi Jabodetabekjur Naik Kelas
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai strategi visioner dalam menghadapi dinamika perubahan iklim yang memicu intensitas cuaca ekstrem semakin tinggi.
“Kami mendorong agar PLN terus mengembangkan sistem berbasis teknologi, termasuk pemantauan jaringan secara digital dan peningkatan kualitas material infrastruktur. Investasi pada keandalan sistem adalah investasi pada perlindungan konsumen jangka panjang,” tegasnya.
ALPERKLINAS turut mengapresiasi imbauan PLN kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan pascakejadian cuaca ekstrem serta pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal pelaporan gangguan 24 jam.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Flyover Daan Mogot Bagian dari Visi Besar Aglomerasi Jabodetabekjur
Menurut Tohom, partisipasi aktif masyarakat melalui kanal resmi akan mempercepat respons sekaligus memperkuat transparansi layanan.
“Kolaborasi antara penyedia layanan dan konsumen menjadi kunci. Kami percaya, dengan komitmen berkelanjutan dan perbaikan sistem yang konsisten, kualitas layanan listrik di NTB akan semakin baik dan resilien,” pungkasnya.
Sebelumnya, Manager PLN UP3 Mataram Hengky Purbo Lesmono menyampaikan percepatan pemulihan dilakukan dengan menambah personel di sejumlah titik gangguan.