KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyampaikan apresiasi atas langkah cepat PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) dalam memulihkan pasokan listrik yang sempat terganggu akibat hujan deras dan angin kencang di sejumlah wilayah Lombok pada 24 Februari 2026.
Organisasi ini menilai pemulihan yang tuntas dalam hitungan jam menunjukkan komitmen PLN dalam menjaga hak-hak konsumen atas layanan kelistrikan yang andal.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Transformasi 153 Pasar Jakarta, Dorong Aglomerasi Jabodetabekjur Naik Kelas
Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS), KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa langkah responsif PLN merupakan bentuk perlindungan nyata terhadap konsumen.
“Kami melihat PLN tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga menempatkan aspek keselamatan kerja dan keamanan masyarakat sebagai prioritas utama. Ini penting karena dalam kondisi cuaca ekstrem, risiko di lapangan sangat tinggi,” ujar Tohom, Jumat (27/2/2026).
Gangguan sebelumnya terjadi di sejumlah titik, antara lain di Jalan Pendidikan, Kota Mataram, dan Dusun Lemer, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik hingga menyebabkan kabel putus.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Flyover Daan Mogot Bagian dari Visi Besar Aglomerasi Jabodetabekjur
Sementara di Dasan Tatar dan Singgar Penjalin, Lombok Utara, dua tiang listrik dilaporkan roboh sehingga pasokan listrik sempat terhenti sementara.
Menurut Tohom, percepatan pemulihan hingga seluruh wilayah kembali normal pada Selasa (24/2/2026) pukul 11.30 Wita membuktikan kesiapan sistem distribusi dan manajemen gangguan yang semakin adaptif.
Ia menilai, dalam konteks perlindungan konsumen, kecepatan pemulihan menjadi indikator utama kualitas pelayanan publik.
“Listrik hari ini bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi menjadi tulang punggung ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan layanan digital. Ketika PLN mampu memulihkan dalam waktu relatif singkat, maka potensi kerugian sosial dan ekonomi masyarakat bisa ditekan secara signifikan,” katanya.
Tohom juga menekankan pentingnya langkah preventif yang telah dilakukan PLN, seperti pemangkasan pohon di sekitar jaringan dan penguatan infrastruktur distribusi.
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai strategi visioner dalam menghadapi dinamika perubahan iklim yang memicu intensitas cuaca ekstrem semakin tinggi.
“Kami mendorong agar PLN terus mengembangkan sistem berbasis teknologi, termasuk pemantauan jaringan secara digital dan peningkatan kualitas material infrastruktur. Investasi pada keandalan sistem adalah investasi pada perlindungan konsumen jangka panjang,” tegasnya.
ALPERKLINAS turut mengapresiasi imbauan PLN kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan pascakejadian cuaca ekstrem serta pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal pelaporan gangguan 24 jam.
Menurut Tohom, partisipasi aktif masyarakat melalui kanal resmi akan mempercepat respons sekaligus memperkuat transparansi layanan.
“Kolaborasi antara penyedia layanan dan konsumen menjadi kunci. Kami percaya, dengan komitmen berkelanjutan dan perbaikan sistem yang konsisten, kualitas layanan listrik di NTB akan semakin baik dan resilien,” pungkasnya.
Sebelumnya, Manager PLN UP3 Mataram Hengky Purbo Lesmono menyampaikan percepatan pemulihan dilakukan dengan menambah personel di sejumlah titik gangguan.
“Kami mengerahkan tim tambahan untuk memastikan proses perbaikan berjalan cepat dan aman. Prioritas kami memulihkan pasokan listrik masyarakat secepat mungkin,” ujarnya.
General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran selama proses pemulihan berlangsung.
Ia menegaskan PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang semakin intens.
[Redaktur: Mega Puspita]