Tohom mengungkapkan, transisi energi harus tetap menempatkan kepentingan konsumen sebagai prioritas.
“Akselerasi EBT penting untuk keberlanjutan lingkungan, namun harus diiringi dengan tarif yang wajar, keandalan pasokan, dan perlindungan konsumen yang kuat,” tegasnya.
Baca Juga:
Diminta Batasi Ekspor, ALPERKLINAS Dorong Gas untuk Pembangkit PLN Jadi Prioritas
Lebih lanjut, Tohom menyoroti program Listrik Desa dan percepatan elektrifikasi wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ketenagalistrikan nasional tidak hanya diukur dari besarnya kapasitas terpasang, tetapi juga dari sejauh mana seluruh rakyat dapat menikmati listrik secara adil dan berkualitas.
“ALPERKLINAS berharap pemerintah terus konsisten memperluas jaringan, memperkuat transmisi dan distribusi, serta memastikan layanan listrik yang aman dan andal bagi konsumen di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.
Baca Juga:
Punya Rasio Pelanggan 98,45 Persen, ALPERKLINAS Apresiasi PLN yang Survive Penuhi Kebutuhan Listrik Indonesia dengan Pendapatan Maksimal
[Redaktur: Mega Puspita]