Tohom mengungkapkan, transisi energi harus tetap menempatkan kepentingan konsumen sebagai prioritas.
“Akselerasi EBT penting untuk keberlanjutan lingkungan, namun harus diiringi dengan tarif yang wajar, keandalan pasokan, dan perlindungan konsumen yang kuat,” tegasnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong Dewan Energi Nasional Dukung Sistem Standarisasi dan Keselamatan di Sektor Ketenagalistrikan
Lebih lanjut, Tohom menyoroti program Listrik Desa dan percepatan elektrifikasi wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ketenagalistrikan nasional tidak hanya diukur dari besarnya kapasitas terpasang, tetapi juga dari sejauh mana seluruh rakyat dapat menikmati listrik secara adil dan berkualitas.
“ALPERKLINAS berharap pemerintah terus konsisten memperluas jaringan, memperkuat transmisi dan distribusi, serta memastikan layanan listrik yang aman dan andal bagi konsumen di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.
Baca Juga:
Menuju Indonesia 2045, Ditjen Gatrik ESDM Perketat Evaluasi Lembaga Sertifikasi
[Redaktur: Mega Puspita]