WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kehadiran negara dalam masa pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tengah terus diwujudkan melalui kerja lapangan PT PLN (Persero) yang berupaya memulihkan sistem kelistrikan meski dihadapkan pada keterbatasan akses dan kondisi medan yang sulit, khususnya di wilayah Kota Takengon.
Terbatasnya akses jalan darat akibat material longsor serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan jaringan listrik.
Baca Juga:
PLN Tunjukkan Resiliensi Infrastruktur Energi di Tengah Banjir Beruntun
Kendati demikian, PLN tetap mengerahkan personel dan sumber daya secara bertahap agar pasokan listrik dapat kembali dinikmati masyarakat.
Hingga saat ini, PLN telah berhasil menormalisasi 323 gardu distribusi yang menyuplai listrik ke 184 desa di Kabupaten Aceh Tengah.
Proses pemulihan masih terus berlanjut untuk 139 gardu distribusi lainnya yang terdampak dan membutuhkan penanganan lanjutan.
Baca Juga:
Fondasi Pemulihan Korban Banjir, PLN Gratiskan Listrik Huntara 6 Bulan
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan upaya pemulihan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan serta mengedepankan keselamatan kerja.
“Kami terus mengupayakan perbaikan gardu-gardu distribusi yang terdampak, termasuk jaringan distribusi dan sarana pendukung lainnya. Proses ini kami lakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan medan dan keselamatan petugas,” ujar Eddi dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah lokasi terdampak masih sulit dijangkau karena akses jalan yang tertutup material longsor, sehingga mobilisasi peralatan dan material membutuhkan waktu dan koordinasi lintas pihak.