Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa keberhasilan target 100 GW PLTS pada 2029 akan sangat ditentukan oleh kesiapan PLN dalam mengelola kompleksitas sistem energi masa depan yang semakin dinamis.
Ia melihat bahwa kombinasi PLTS apung di bendungan, PLTS atap, dan dukungan kebijakan pemerintah dapat menciptakan ekosistem energi baru yang lebih mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Baca Juga:
Dorong Stakeholder Kelistrikan Optimalkan EBT Demi Kurangi Pemakaian BBM, ALPERKLINAS: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional
“Kalau ini dikelola dengan benar, Indonesia tidak hanya menjadi pasar energi surya, tetapi juga bisa menjadi pemain utama dalam rantai pasok global, dari manufaktur hingga teknologi energi bersih,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pemanfaatan sekitar 20% bendungan untuk PLTS, yang berpotensi menambah lebih dari 15 GW kapasitas listrik, sebagai bagian dari upaya mencapai target 100 GW PLTS nasional pada 2029.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]