"Dulu listrik dipandang hanya sebagai fasilitas penerangan, sekarang listrik menjadi energi utama penggerak mesin usaha, digitalisasi, pendingin produk UMKM, hingga menopang aktivitas ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.
Ia juga memandang keberhasilan program ini memperlihatkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap pelayanan PLN yang semakin modern dan adaptif.
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Kemudahan pengajuan melalui aplikasi PLN Mobile dianggap menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat partisipasi masyarakat.
“Digitalisasi layanan PLN adalah langkah visioner. Masyarakat sekarang ingin semuanya cepat, transparan, dan praktis. PLN berhasil membaca perubahan perilaku konsumen tersebut melalui PLN Mobile. Ini membuat layanan kelistrikan menjadi jauh lebih dekat dengan rakyat,” ucapnya.
Tohom menambahkan, kestabilan daya listrik juga memiliki dampak langsung terhadap efisiensi usaha masyarakat.
Baca Juga:
PLN Luncurkan GIGA ONE untuk PLTS 1,2 GW, ALPERKLINAS: Lompatan Strategis Energi Bersih
Dengan kapasitas listrik yang memadai, risiko gangguan akibat beban berlebih atau jeglek dapat ditekan sehingga aktivitas usaha berjalan lebih aman dan konsisten.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa keberhasilan PLN UID Jawa Timur perlu menjadi model nasional dalam memperluas edukasi penggunaan energi listrik yang produktif dan berorientasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau listrik tersedia dengan andal dan mudah diakses, maka daya saing masyarakat otomatis meningkat. Ini bukan hanya bicara soal energi, tetapi bicara tentang masa depan industri kecil, ekonomi kreatif, dan ketahanan ekonomi nasional,” tutur Tohom.