KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif keberhasilan PT PLN (Persero) UID Jawa Timur yang sukses menjaring 20.007 pelanggan dalam program promo tambah daya “Power Up Real, Listrik Aman Kerja Lancar”.
Capaian peningkatan daya hingga 22.218.800 Volt Ampere (VA) dinilai menjadi sinyal kuat meningkatnya kebutuhan energi masyarakat di berbagai sektor produktif.
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Keberhasilan program tersebut dipandang sebagai bukti bahwa listrik kini telah menjadi tulang punggung utama pertumbuhan ekonomi modern, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha kecil dan menengah.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan keberhasilan program tersebut menunjukkan masyarakat semakin sadar bahwa ketersediaan listrik yang andal bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, melainkan sudah menjadi instrumen penting penggerak usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program seperti ini bukan hanya soal tambah daya listrik, tetapi tentang bagaimana negara hadir memberi kemudahan kepada masyarakat agar lebih produktif. Ketika biaya tambah daya dibuat lebih ringan, maka UMKM, pelaku usaha rumahan, hingga sektor jasa memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” ujar Tohom Purba, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga:
PLN Luncurkan GIGA ONE untuk PLTS 1,2 GW, ALPERKLINAS: Lompatan Strategis Energi Bersih
Menurutnya, tren peningkatan konsumsi listrik di Jawa Timur menjadi indikator positif tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menilai, langkah PLN menghadirkan diskon penyambungan hingga 50 persen merupakan strategi tepat dalam mempercepat budaya electrifying lifestyle di tengah transformasi ekonomi nasional.
Tohom mengungkapkan elektrifikasi saat ini telah masuk ke fase baru.
"Dulu listrik dipandang hanya sebagai fasilitas penerangan, sekarang listrik menjadi energi utama penggerak mesin usaha, digitalisasi, pendingin produk UMKM, hingga menopang aktivitas ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.
Ia juga memandang keberhasilan program ini memperlihatkan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap pelayanan PLN yang semakin modern dan adaptif.
Kemudahan pengajuan melalui aplikasi PLN Mobile dianggap menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat partisipasi masyarakat.
“Digitalisasi layanan PLN adalah langkah visioner. Masyarakat sekarang ingin semuanya cepat, transparan, dan praktis. PLN berhasil membaca perubahan perilaku konsumen tersebut melalui PLN Mobile. Ini membuat layanan kelistrikan menjadi jauh lebih dekat dengan rakyat,” ucapnya.
Tohom menambahkan, kestabilan daya listrik juga memiliki dampak langsung terhadap efisiensi usaha masyarakat.
Dengan kapasitas listrik yang memadai, risiko gangguan akibat beban berlebih atau jeglek dapat ditekan sehingga aktivitas usaha berjalan lebih aman dan konsisten.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa keberhasilan PLN UID Jawa Timur perlu menjadi model nasional dalam memperluas edukasi penggunaan energi listrik yang produktif dan berorientasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau listrik tersedia dengan andal dan mudah diakses, maka daya saing masyarakat otomatis meningkat. Ini bukan hanya bicara soal energi, tetapi bicara tentang masa depan industri kecil, ekonomi kreatif, dan ketahanan ekonomi nasional,” tutur Tohom.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) UID Jawa Timur mencatat sebanyak 20.007 pelanggan mengikuti program promo tambah daya “Power Up Real, Listrik Aman Kerja Lancar” yang berakhir pada Selasa (5/5/2026).
General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan realisasi kenaikan delta daya dari program tersebut mencapai 22.218.800 VA.
Program ini menyasar pelanggan tegangan rendah satu fasa mulai 450 VA hingga 5.500 VA dengan batas tambah daya sampai 7.700 VA.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur Kemas Abdul Gaffur juga menyampaikan bahwa kemudahan layanan melalui aplikasi PLN Mobile menjadi salah satu faktor tingginya antusiasme masyarakat Jawa Timur dalam mengikuti program tersebut.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]