“Kolaborasi PLN dengan Bumdes Namang merupakan langkah cerdas karena pemberdayaan UMKM akan lebih kuat jika pengelolaannya dekat dengan masyarakat dan sesuai kebutuhan lokal,” ujar Tohom.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa penggunaan kompor listrik di gerai UMKM Sawah Pelangi juga sejalan dengan agenda elektrifikasi aktivitas produktif masyarakat.
Baca Juga:
Sentuhan PLN Ubah Wajah Katimbang, Warga Kini Lebih Siap Hadapi Banjir
“Kompor listrik di gerai UMKM memberi banyak manfaat, mulai dari efisiensi, kebersihan area usaha, keamanan operasional, hingga penguatan citra wisata yang lebih tertata dan ramah pengunjung,” katanya.
Ia berharap keberadaan gerai baru tersebut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan usaha, pelatihan pemasaran, penguatan produk lokal, dan pengelolaan listrik yang aman.
“UMKM perlu didampingi agar mampu memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan omzet, menjaga kualitas layanan, dan memperkuat daya saing produk lokal Bangka Tengah,” ucapnya.
Baca Juga:
Di Balik Terangnya Listrik, Ada Hati yang Peduli: PLN UID Sumut Bantu Korban Banjir Tapanuli Tengah
Tohom juga mengajak para pelaku UMKM di kawasan Sawah Pelangi untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun melalui dukungan PLN Peduli agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Fasilitas yang baik harus dijaga bersama karena keberhasilan program seperti ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan pengelolaan, kesadaran keselamatan listrik, dan kemauan pelaku usaha untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia menilai langkah PLN mendukung penataan kawasan wisata Sawah Pelangi menunjukkan bahwa peran BUMN kelistrikan dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.