KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi dukungan PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli dalam penataan gerai UMKM di kawasan wisata Sawah Pelangi, Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan pembangunan gerai UMKM yang dilengkapi kWh meter dan kompor listrik merupakan langkah konkret PLN dalam memperluas manfaat listrik bagi ekonomi rakyat.
Baca Juga:
Sentuhan PLN Ubah Wajah Katimbang, Warga Kini Lebih Siap Hadapi Banjir
“Ini bukan hanya pembangunan fisik gerai UMKM, tetapi bagian dari transformasi ekonomi desa melalui energi listrik yang lebih produktif, bersih, dan terukur,” ujar Tohom, Rabu (10/6/2026).
Menurut Tohom, konsep penataan 40 stand UMKM dengan bentuk, ukuran, dan warna seragam akan memberi nilai tambah bagi kawasan wisata Sawah Pelangi karena menghadirkan wajah destinasi yang lebih rapi, nyaman, dan profesional.
“Ketika pedagang kecil diberi ruang usaha yang layak, listrik yang memadai, serta peralatan yang mendukung aktivitas ekonomi, maka UMKM tidak lagi berjalan secara tradisional, tetapi mulai masuk ke ekosistem usaha yang lebih modern,” katanya.
Baca Juga:
Di Balik Terangnya Listrik, Ada Hati yang Peduli: PLN UID Sumut Bantu Korban Banjir Tapanuli Tengah
Tohom menilai kehadiran 40 unit kWh meter dan 40 unit kompor listrik di kawasan tersebut juga menjadi pesan penting bahwa listrik dapat menjadi instrumen pemberdayaan, bukan hanya layanan penerangan rumah tangga.
“PLN perlu terus memperluas pendekatan seperti ini karena listrik harus hadir sebagai energi penggerak kesejahteraan, terutama di desa wisata, sentra UMKM, pertanian, perikanan, dan kawasan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Ia berpandangan bahwa program TJSL PLN Peduli di Desa Namang dapat menjadi contoh kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, pemerintah desa, Bumdes, dan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas.
“Kolaborasi PLN dengan Bumdes Namang merupakan langkah cerdas karena pemberdayaan UMKM akan lebih kuat jika pengelolaannya dekat dengan masyarakat dan sesuai kebutuhan lokal,” ujar Tohom.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa penggunaan kompor listrik di gerai UMKM Sawah Pelangi juga sejalan dengan agenda elektrifikasi aktivitas produktif masyarakat.
“Kompor listrik di gerai UMKM memberi banyak manfaat, mulai dari efisiensi, kebersihan area usaha, keamanan operasional, hingga penguatan citra wisata yang lebih tertata dan ramah pengunjung,” katanya.
Ia berharap keberadaan gerai baru tersebut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan usaha, pelatihan pemasaran, penguatan produk lokal, dan pengelolaan listrik yang aman.
“UMKM perlu didampingi agar mampu memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan omzet, menjaga kualitas layanan, dan memperkuat daya saing produk lokal Bangka Tengah,” ucapnya.
Tohom juga mengajak para pelaku UMKM di kawasan Sawah Pelangi untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun melalui dukungan PLN Peduli agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Fasilitas yang baik harus dijaga bersama karena keberhasilan program seperti ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan pengelolaan, kesadaran keselamatan listrik, dan kemauan pelaku usaha untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia menilai langkah PLN mendukung penataan kawasan wisata Sawah Pelangi menunjukkan bahwa peran BUMN kelistrikan dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.
“PLN sudah berada di jalur yang tepat ketika program sosialnya diarahkan untuk menggerakkan UMKM, memperkuat desa wisata, dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyampaikan bahwa pembangunan stand UMKM di kawasan wisata Sawah Pelangi menjadi bagian dari upaya menata destinasi wisata agar lebih rapi, nyaman, dan memberi fasilitas yang lebih baik bagi pelaku usaha setempat.
Kepala Desa Namang Zaiwan menjelaskan bahwa pembangunan gerai UMKM tersebut terlaksana melalui dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, dengan total 40 unit pondok UMKM yang akan dilengkapi 40 unit kWh meter dan 40 unit kompor listrik.
Menurut Zaiwan, penataan kawasan itu merupakan hasil kerja sama Bumdes Namang bersama PLN dalam rangka pemberdayaan UMKM yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, dan ditargetkan rampung pada akhir Juni.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]