“Pekerjaan teknis pun menjadi implementasi dari semangat kolektif, bahwa tidak boleh ada satu warga pun yang tertinggal dalam kegelapan,” katanya.
Warga yang menyaksikan perjuangan tersebut sering kali mengungkapkan rasa harunya sendiri.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
“Kami merasa dihargai. Rasanya seperti bagian dari negara ketika listrik kami dinyalakan kembali,” kata Siti, seorang ibu rumah tangga di desa terpencil yang kini dapat memasak kembali dengan peralatan listrik.
Melalui kolaborasi keras ini, dari pembuatan gardu darurat, normalisasi jaringan hingga pendistribusian peralatan menggunakan jalur sungai atau akses alternatif, kehidupan yang sempat redup mulai bangkit kembali.
PLN tidak hanya membangun kembali jaringan listrik, tetapi juga membangun kembali ikatan sosial antara warga dan institusi negara yang hadir di saat mereka paling membutuhkan.
Baca Juga:
Milad UMSU ke-69: PLN Hadir dengan Program Transisi Energi!
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]