KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) yang terus memperluas infrastruktur kendaraan listrik nasional melalui peresmian SPKLU Center Tanjung Priok sekaligus pencapaian operasional SPKLU ke-5.000 di Indonesia.
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba menilai kehadiran ribuan SPKLU di berbagai wilayah menjadi jawaban nyata atas kekhawatiran masyarakat terkait akses pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga:
Beli 50 GB dan Sisa 24 GB Tiba-tiba Hilang, YLKI Sebut Konsumen Banyak Dirugikan
“PLN sedang membangun fondasi besar menuju transformasi energi nasional yang modern, bersih, dan berpihak kepada masa depan lingkungan hidup Indonesia,” ujar Tohom Purba, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pertumbuhan infrastruktur SPKLU yang kini telah tersebar di ribuan titik menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar kendaraan listrik, melainkan mulai membentuk ekosistem elektrifikasi transportasi yang matang dan terintegrasi.
Tohom memandang keberadaan SPKLU memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan dan rasa aman konsumen dalam menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Baca Juga:
Motor Inventaris TNI Dicuri di Simalungun, Satu Pelaku Dilumpuhkan
“Dulu masyarakat ragu beralih ke kendaraan listrik karena takut kehabisan daya di jalan, tetapi sekarang PLN berhasil membuktikan bahwa infrastruktur charging berkembang sangat cepat dan semakin mudah dijangkau,” katanya.
Ia juga menilai strategi PLN menghadirkan SPKLU Center dengan fasilitas ultra fast charging merupakan langkah visioner yang mampu mempercepat perubahan pola mobilitas masyarakat perkotaan menuju kendaraan rendah emisi.
Menurut Tohom, keberhasilan PLN memperluas jaringan SPKLU juga akan berdampak terhadap pengurangan ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak di masa mendatang.
“Ketika kendaraan listrik semakin banyak digunakan, maka beban impor BBM perlahan bisa ditekan dan ini akan sangat positif bagi ketahanan energi nasional maupun stabilitas ekonomi negara,” ujarnya.
Tohom mengatakan transformasi energi tidak hanya bicara soal teknologi, tetapi juga menyangkut perlindungan konsumen, kemudahan akses layanan, dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Karena itu, ALPERKLINAS memandang langkah PLN menghadirkan layanan digital Electric Vehicle Digital Services (EVDS) melalui PLN Mobile sebagai inovasi penting yang mempermudah masyarakat dalam menemukan SPKLU, memantau antrean, hingga mengatur perjalanan secara real time.
“Digitalisasi layanan charging akan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik karena masyarakat sekarang membutuhkan layanan yang praktis, cepat, dan transparan,” kata Tohom.
Ia juga berharap pembangunan SPKLU tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi terus diperluas hingga kawasan penyangga dan jalur-jalur strategis antarwilayah.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem energi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Menurutnya, PLN saat ini berada pada posisi penting sebagai motor penggerak elektrifikasi nasional yang mampu menghubungkan kebutuhan energi, teknologi, dan perlindungan konsumen dalam satu sistem pelayanan modern.
“Kalau ekosistem kendaraan listrik terus diperkuat seperti sekarang, maka Indonesia punya peluang besar menjadi salah satu pusat transisi energi terbesar di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) meresmikan SPKLU Center Tanjung Priok di Jakarta Utara pada Rabu (20/5/2026) sekaligus menandai operasional SPKLU ke-5.000 di Indonesia yang kini tersebar di 3.162 titik lokasi.
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan rata-rata antrean pengisian kendaraan listrik di SPKLU saat ini hanya mencapai 1,3 kendaraan per konektor per hari sehingga pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir mengalami antrean panjang.
General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan fasilitas SPKLU Center Tanjung Priok dilengkapi 8 unit Ultra Fast Charging, 1 unit Medium Charging, 2 unit SPKLU roda dua, dan 2 unit SPBKLU.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Fredy Setiawan turut menyambut baik kehadiran SPKLU Center tersebut karena dinilai mendukung percepatan transisi energi bersih melalui elektrifikasi sektor transportasi.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]