KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) memberikan apresiasi terhadap langkah PT PLN (Persero) UID Lampung yang kembali menjalankan program Light Up The Dream melalui bantuan penyambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan program Light Up The Dream merupakan contoh konkret bahwa pelayanan kelistrikan tidak hanya berbicara soal jaringan, tarif, dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberpihakan sosial kepada masyarakat yang belum mampu menikmati listrik secara layak.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: FWLB Rumahela ke-IX 2026 Akan Digelar
“ALPERKLINAS melihat program ini sebagai langkah yang sangat positif, karena listrik hari ini bukan lagi barang pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup, pendidikan anak, produktivitas keluarga, hingga martabat konsumen,” ujar Tohom, Rabu (27/5/2026).
Menurut Tohom, penyambungan listrik gratis bagi warga prasejahtera harus dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang. Ketika rumah warga menjadi terang, aktivitas keluarga menjadi lebih produktif, anak-anak dapat belajar lebih nyaman, dan peluang ekonomi rumah tangga ikut terbuka.
“Lampu yang menyala di rumah warga kecil itu bukan hanya soal terang secara fisik, tetapi juga simbol hadirnya harapan. Di situlah PLN menunjukkan wajah pelayanan publik yang lebih humanis, berkeadilan, dan dekat dengan kebutuhan rakyat,” katanya.
Baca Juga:
Pelantikan PAC Pemuda Batak Bersatu Karawang Timur Periode 2026–2029 Resmi Digelar
Tohom menilai momentum Iduladha memberi makna kuat terhadap program tersebut, karena semangat berbagi dan kepedulian sosial diterjemahkan dalam bentuk yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia mengatakan, PLN perlu terus memperluas program Light Up The Dream agar semakin banyak masyarakat prasejahtera yang dapat memperoleh akses listrik secara mandiri, aman, dan layak.
“Ke depan, program seperti ini perlu diperluas menjadi gerakan nasional yang lebih masif, terukur, dan berkelanjutan. ALPERKLINAS mendorong agar semangat energi berkeadilan terus menjadi fondasi utama dalam pelayanan kelistrikan nasional,” ujar Tohom.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa akses listrik memiliki hubungan langsung dengan pemerataan pembangunan. Menurutnya, daerah-daerah yang masih memiliki masyarakat belum tersambung listrik harus menjadi perhatian bersama, baik oleh PLN, pemerintah daerah, dunia usaha, maupun elemen masyarakat sipil.
“PLN Watch memandang listrik sebagai pintu masuk kemajuan. Ketika listrik hadir di rumah keluarga prasejahtera, maka negara sesungguhnya sedang membuka ruang bagi peningkatan pendidikan, kesehatan, keamanan, dan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan insan PLN dalam program Light Up The Dream, karena bantuan tersebut lahir dari semangat kepedulian internal untuk membantu masyarakat yang belum menikmati listrik secara mandiri.
“Ini membuktikan bahwa PLN tidak hanya bekerja sebagai korporasi kelistrikan, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki jiwa sosial. Model seperti ini perlu dijaga, karena pelayanan energi yang kuat harus selalu berjalan bersama kepedulian kemanusiaan,” ucapnya.
ALPERKLINAS berharap program Light Up The Dream dapat terus diperkuat dengan pemetaan penerima manfaat yang tepat sasaran, kolaborasi lintas pihak, serta pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga yang membutuhkan.
“Bagi konsumen listrik, keadilan energi bukan hanya ketika listrik tersedia, tetapi ketika akses terhadap listrik dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Itulah semangat besar yang harus terus dibawa PLN,” kata Tohom.
Sebelumnya, kegiatan penyalaan listrik gratis tersebut berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026, dan dihadiri Komisaris Independen PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa, bersama General Manager PT PLN (Persero) UID Lampung, Rizky Mochamad, serta jajaran manajemen PLN.
Sebelumnya, Ali Masykur Musa mengatakan program Light Up The Dream lahir dari semangat kepedulian insan PLN untuk membantu masyarakat yang belum menikmati listrik secara mandiri. Ia berharap kehadiran listrik dapat membawa manfaat, mendukung aktivitas keluarga, serta menjadi penyemangat untuk kehidupan yang lebih baik.
Sebelumnya, Rizky Mochamad menyampaikan bahwa melalui momentum Hari Raya Iduladha, PLN ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui aksi nyata yang membawa manfaat. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan kenyamanan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung aktivitas sehari-hari para penerima manfaat.
Melalui program YBM PLN Light Up The Dream, lebih dari 800 masyarakat prasejahtera di wilayah PLN UID Lampung telah merasakan manfaat sambungan listrik gratis. Sepanjang tahun 2026, sebanyak 107 penerima manfaat telah terbantu, termasuk dua keluarga yang menerima penyalaan listrik pada kegiatan tersebut.
[Redaktur: Sandy]