Darmawan mengatakan adanya penambahan Green Enabling Transmission Line dan smart grid dinilai mampu mengeksplorasi energi dari geotermal, angin, ombak dan seluruh potensi di Tanah Air.
Ia juga menyebut bahwa 60 gigawatt EBT akan ditambahkan sampai 2040, sehingga 75 persen penambahan pembangkit berbasis pada EBT dan 25 persen gas.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Menurut Darmawan, PLN ingin menyelaraskan antara pertumbuhan ekonomi dan juga keberlanjutan lingkungan.
"Artinya apa, di sini kita menyelaraskan ada balancing antara pertumbuhan dan juga environmental sustainability. Dengan adanya perancangan RUPLT yang baru ini, harapannya adalah pertumbuhan ekonomi bisa terjaga," kata Darmawan.
[Redaktur: Alpredo Gultom]