Selama proses pemulihan berlangsung, manajemen beban masih dapat diterapkan secara bergantian kepada sebagian pelanggan.
Waktu dan wilayah penerapan manajemen beban bersifat dinamis karena menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
Baca Juga:
Korban Begal Rp343 Juta di Dairi Ternyata Rekayasa, Uang Perusahaan Habis Main Judol
“Berdasarkan perhitungan teknis, skenario terburuk penerapan manajemen beban diperkirakan berlangsung hingga 14 Juni 2026,” jelas Mundhakir.
Namun PLN menargetkan pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat dari skenario terburuk tersebut.
“Namun, seluruh tim terus bekerja maksimal agar proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat,” ujarnya.
Baca Juga:
PLN Perluas Electrifying Agriculture, Petani dan Peternak Sulselrabar Nikmati Efisiensi Biaya
Mundhakir menambahkan bahwa keandalan pasokan listrik memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.
Pasokan listrik juga menjadi penopang pelayanan publik dan kegiatan ekonomi di Sumatera Utara.
Karena itu, percepatan pemulihan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan kualitas pekerjaan di lapangan.