KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Pemulihan listrik di Sumatera Utara dikebut setelah cuaca ekstrem menghantam infrastruktur transmisi dan memicu pengaturan beban di sebagian wilayah.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung perkembangan pemulihan sistem kelistrikan di Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara atau UP2B Sumbagut, Medan, Senin (8/6/2026).
Baca Juga:
PLN UP3 Sofifi Perkuat Keandalan Listrik Lewat Program PANDU dan Penggantian Kubikel
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini sistem kelistrikan Sumatera Utara setelah gangguan akibat hujan lebat disertai angin kencang pada Kamis (4/6/2026) malam.
Dalam kunjungan itu, Bobby mendapat penjelasan mengenai progres penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak cuaca ekstrem.
PLN juga memaparkan pengaturan operasi sistem, perkembangan pekerjaan di lapangan, mobilisasi material, serta langkah percepatan pemulihan pasokan listrik kepada masyarakat.
Baca Juga:
OJK Turun Tangan, Toyota Astra Financial Services Diduga Gunakan Jasa Mata Elang
Bobby mendorong agar proses pemulihan dilakukan secara maksimal dan perkembangan pekerjaan disampaikan secara berkala kepada publik.
Penyampaian informasi yang jelas dan terukur dinilai penting agar pelanggan mengetahui kondisi sistem kelistrikan serta tahapan penanganan yang sedang berjalan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Mundhakir, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam upaya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Gubernur Sumatera Utara terhadap proses pemulihan kelistrikan,” ujar Mundhakir.
Menurut Mundhakir, dukungan dari pemerintah daerah menjadi penguatan bagi tim PLN yang masih bekerja intensif di lapangan.
“Arahan dan dukungan tersebut menjadi penguatan bagi seluruh tim PLN yang terus bekerja secara intensif untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan,” ujarnya.
Mundhakir menjelaskan bahwa PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pemulihan.
Pekerjaan dilakukan secara paralel dengan melibatkan personel PLN dan mitra kerja.
Upaya itu juga didukung mobilisasi material serta pembangunan Tower Emergency pada jalur transmisi yang terdampak.
Selain mempercepat pekerjaan fisik, PLN melakukan pengaturan operasi sistem secara terukur.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan jaringan dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap pelanggan.
Selama proses pemulihan berlangsung, manajemen beban masih dapat diterapkan secara bergantian kepada sebagian pelanggan.
Waktu dan wilayah penerapan manajemen beban bersifat dinamis karena menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
“Berdasarkan perhitungan teknis, skenario terburuk penerapan manajemen beban diperkirakan berlangsung hingga 14 Juni 2026,” jelas Mundhakir.
Namun PLN menargetkan pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat dari skenario terburuk tersebut.
“Namun, seluruh tim terus bekerja maksimal agar proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat,” ujarnya.
Mundhakir menambahkan bahwa keandalan pasokan listrik memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.
Pasokan listrik juga menjadi penopang pelayanan publik dan kegiatan ekonomi di Sumatera Utara.
Karena itu, percepatan pemulihan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan kualitas pekerjaan di lapangan.
“Fokus kami adalah mempercepat pemulihan secara aman, terukur, dan berkelanjutan,” tambah Mundhakir.
Ia menyebut PLN terus melakukan evaluasi agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan efektif.
“Kami juga terus melakukan evaluasi agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat kembali optimal,” ujarnya.
PLN berkomitmen menyampaikan perkembangan kondisi kelistrikan secara berkala kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Masyarakat dapat memperoleh informasi layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
[Redaktur: Sandy]