Menurutnya, proyek PLTS 600 kWp di Morotai dapat menjadi contoh bagaimana PLN menggabungkan visi energi bersih dengan kebutuhan nyata konsumen di daerah yang memiliki potensi ekonomi besar.
“Listrik bersih harus menjadi penggerak produktivitas, karena ketika pasokan listrik semakin andal maka sektor perikanan, UMKM, perdagangan, pariwisata, hingga pelayanan publik akan tumbuh lebih kuat,” ujar Tohom.
Baca Juga:
Jangan Salah Kaprah, PLN Tegaskan Token Listrik Tidak Lebih Boros
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa pembangunan PLTS di Morotai menunjukkan arah transformasi PLN yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam menghadirkan layanan listrik yang ramah lingkungan, efisien, dan berorientasi pada kepentingan konsumen.
Ia menambahkan, langkah PLN membangun pembangkit berbasis energi surya di Morotai juga memperlihatkan keberpihakan terhadap masa depan daerah kepulauan yang membutuhkan ketahanan energi jangka panjang.
“Morotai memiliki posisi strategis bagi Maluku Utara dan kawasan timur Indonesia, sehingga dukungan infrastruktur listrik yang kuat akan menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.
Baca Juga:
Dukung Pendidikan Digital, PLN Kalselteng Latih 30 Guru Madrasah di HST
Tohom juga mengajak pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung rencana pembangunan PLTS tersebut agar prosesnya berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menilai sinergi antara PLN dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar proyek energi bersih tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan konsumen.
“PLTS Morotai harus menjadi simbol pelayanan listrik masa depan, yaitu listrik yang andal, bersih, efisien, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari desa hingga kawasan strategis nasional,” kata Tohom.