Tohom menambahkan bahwa riset bioenergi terintegrasi berbasis agroforestri melalui teknologi biorefinery dan gasifikasi biomassa merupakan terobosan yang patut didorong.
“Kalau ini berhasil, Indonesia tidak hanya mandiri energi, tetapi juga bisa menjadi pemain dalam rantai pasok energi hijau global,” ucapnya.
Baca Juga:
RI Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Lebih jauh, ia menilai kolaborasi ini juga penting dalam meningkatkan kualitas layanan listrik kepada masyarakat.
“Dengan inovasi teknologi, gangguan bisa diminimalkan, efisiensi meningkat, dan pada akhirnya konsumen mendapat layanan yang lebih andal dengan biaya yang lebih terkendali,” tegasnya.
Kerja sama antara ITERA dan PLN Puslitbang sendiri mencakup pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas riset, serta pengembangan produk energi terbarukan seperti biopellet, syngas, hidrogen, dan produk kimia hijau.
Baca Juga:
Akselerasi Transisi Energi Kian Diperkuat, ALPERKLINAS: IndoEBTKE ConEx Perlu Dukungan Luas
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha dan General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh di Jakarta.
ALPERKLINAS berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan diperluas.
“Kami mendorong agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar diimplementasikan. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan adalah manfaat nyata bagi masyarakat sebagai konsumen listrik,” tutup Tohom.