KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional menyambut positif kerja sama riset dan pengembangan teknologi ketenagalistrikan antara Institut Teknologi Sumatera dan PT PLN (Persero) melalui PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah maju dalam memperkuat inovasi energi nasional yang berdampak langsung pada perlindungan dan kualitas layanan bagi konsumen listrik.
Baca Juga:
RI Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan kerja sama ini menunjukkan keseriusan PLN dalam membangun ekosistem energi berbasis riset dan teknologi.
“Kami melihat ini sebagai fondasi penting untuk menciptakan sistem ketenagalistrikan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurut Tohom, keterlibatan perguruan tinggi seperti ITERA membuka ruang inovasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan energi baru terbarukan.
Baca Juga:
Akselerasi Transisi Energi Kian Diperkuat, ALPERKLINAS: IndoEBTKE ConEx Perlu Dukungan Luas
“Ketika kampus dan industri bersatu, maka lahir solusi konkret. Ini penting untuk menjawab tantangan ke depan, termasuk tekanan terhadap biaya energi dan kebutuhan listrik yang terus meningkat,” katanya.
Ia juga menyoroti rencana pengembangan pusat riset dan hutan energi berbasis biomassa sebagai langkah visioner.
“Pengembangan biomassa seperti kaliandra dan sorgum bukan hanya soal energi, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah. Ini bisa berdampak pada stabilitas pasokan dan dalam jangka panjang berpotensi menekan biaya produksi listrik,” jelasnya.
Tohom menambahkan bahwa riset bioenergi terintegrasi berbasis agroforestri melalui teknologi biorefinery dan gasifikasi biomassa merupakan terobosan yang patut didorong.
“Kalau ini berhasil, Indonesia tidak hanya mandiri energi, tetapi juga bisa menjadi pemain dalam rantai pasok energi hijau global,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menilai kolaborasi ini juga penting dalam meningkatkan kualitas layanan listrik kepada masyarakat.
“Dengan inovasi teknologi, gangguan bisa diminimalkan, efisiensi meningkat, dan pada akhirnya konsumen mendapat layanan yang lebih andal dengan biaya yang lebih terkendali,” tegasnya.
Kerja sama antara ITERA dan PLN Puslitbang sendiri mencakup pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas riset, serta pengembangan produk energi terbarukan seperti biopellet, syngas, hidrogen, dan produk kimia hijau.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha dan General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh di Jakarta.
ALPERKLINAS berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan diperluas.
“Kami mendorong agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar diimplementasikan. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan adalah manfaat nyata bagi masyarakat sebagai konsumen listrik,” tutup Tohom.
[Redaktur: Mega Puspita]