Menurut Mustafa, petugas PLN bekerja di medan yang cukup ekstrem, khususnya di Kecamatan Ketol dan Rusip Antara yang masih memiliki titik padam terbanyak.
“Tim PLN harus melewati akses terbatas, material longsor, dan kondisi tanah yang labil. Namun upaya pemulihan tetap berjalan tanpa henti agar layanan listrik dapat segera pulih secara menyeluruh,” katanya.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Sebagai langkah darurat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut menyiagakan bantuan genset di wilayah yang belum teraliri listrik.
Genset tersebut digunakan untuk menopang kebutuhan fasilitas umum dan layanan dasar masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.
Seiring distribusi logistik melalui udara dan perbaikan infrastruktur, jumlah warga yang masih terisolasi juga terus menurun. Data Pemkab Aceh Tengah mencatat, saat ini terdapat 6.562 jiwa yang masih terisolasi dan tersebar di 15 kampung.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Gelar Peralatan dan Personil KHS di Monas, Perkuat Kesiapan Layanan Kelistrikan bagi Masyarakat
“Kami mengapresiasi kesabaran masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, dan PLN menjadi kunci agar seluruh wilayah terdampak dapat kembali normal secara bertahap,” ucap Mustafa.
Pemerintah daerah berharap, dengan dukungan jembatan udara dan percepatan pemulihan listrik oleh PLN, proses pemulihan pascabencana di Aceh Tengah dapat berjalan lebih cepat dan merata.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]