KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) merespons penghentian sementara aktivitas proyek PLTA Upper Cisokan sebagai langkah cepat dan bertanggung jawab.
Langkah tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat PLN terhadap aspek keselamatan kerja dan mitigasi risiko di proyek strategis nasional.
Baca Juga:
Wakapolda Jambi Kunjungi Polres Sarolangun, Tekankan Profesionalisme dan Respons Cepat Layanan Masyarakat
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa keputusan sterilisasi area merupakan tindakan tepat dalam situasi darurat.
Ia menambahkan, penghentian aktivitas proyek patut diapresiasi karena mengedepankan keselamatan manusia sebagai prioritas utama.
“Langkah penghentian sementara ini menunjukkan bahwa PLN tidak mengambil risiko terhadap keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar, dan ini adalah standar yang harus dijaga dalam setiap proyek infrastruktur berskala besar,” ujar Tohom, Sabtu (2/5/2026).
Baca Juga:
Transformasi Berkelanjutan Nyata, PLN Group Sabet 46 PROPER Emas dan Hijau 2025 KLH
Ia menilai proyek PLTA Upper Cisokan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Karena itu, setiap gangguan teknis atau bencana alam harus dijadikan momentum untuk memperkuat sistem mitigasi dan manajemen risiko.
Pendekatan tersebut perlu berbasis kondisi geografis serta karakteristik iklim lokal yang dinamis.
Menurutnya, intensitas curah hujan tinggi di wilayah Bandung Barat menjadi faktor krusial yang harus diantisipasi melalui rekayasa teknis yang lebih presisi dan pemantauan geoteknik berkelanjutan.
“Ke depan, proyek-proyek energi seperti ini harus dilengkapi dengan sistem early warning yang lebih canggih dan integrasi data cuaca real-time agar potensi longsor dapat diidentifikasi lebih awal sebelum terjadi,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch menambahkan bahwa insiden ini tidak boleh dilihat sebagai kelemahan, melainkan sebagai bagian dari dinamika pembangunan infrastruktur energi yang kompleks dan penuh tantangan, khususnya di wilayah dengan kontur geografis ekstrem seperti Jawa Barat.
Ia juga memandang bahwa transparansi informasi kepada publik serta kecepatan respons PLN dalam menangani situasi darurat menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek energi nasional.
“PLN telah menunjukkan respons cepat dan terukur, dan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik bahwa proyek strategis nasional tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab,” ujarnya.
Sebelumnya, aktivitas proyek PLTA Upper Cisokan di Kabupaten Bandung Barat dihentikan sementara setelah terjadi longsor di area outlet pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB yang dipicu oleh curah hujan tinggi, namun dipastikan tidak ada korban jiwa karena lokasi dalam kondisi steril dari aktivitas pekerja saat kejadian.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]