Ia menambahkan bahwa program ini seharusnya dimanfaatkan tidak hanya untuk peningkatan daya semata, tetapi juga sebagai momentum edukasi konsumen terkait penggunaan listrik yang lebih bijak dan berkelanjutan.
“Konsumen perlu memahami bahwa peningkatan daya harus diiringi dengan manajemen energi yang baik, agar manfaatnya benar-benar optimal,” kata Tohom.
Baca Juga:
Pemerintah Kantongi Komitmen 150 Juta Barel Minyak Rusia
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa kebijakan diskon tambah daya menjadi indikator penting dalam transformasi layanan kelistrikan nasional yang semakin berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Ia menilai, langkah ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap PLN sebagai institusi yang tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung produktivitas masyarakat.
Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa ke depan, kebijakan serupa perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk dengan program efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi smart grid.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung Kopdeskel Hadirkan PLTS, Terangi Wilayah Sulit Dijangkau
“Transformasi sektor kelistrikan tidak cukup hanya pada sisi pasokan, tetapi juga harus menyentuh pola konsumsi yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]