KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif kebijakan diskon tambah daya listrik sebesar 50 persen sebagai langkah strategis untuk mendukung tren Work From Home (WFH) yang terus berkembang di masyarakat.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan kebijakan ini memberikan ruang adaptasi bagi konsumen rumah tangga yang kini menghadapi perubahan pola konsumsi listrik akibat meningkatnya aktivitas di rumah.
Baca Juga:
Pemerintah Kantongi Komitmen 150 Juta Barel Minyak Rusia
“Program diskon tambah daya ini relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, di mana rumah tidak lagi hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat produktivitas,” ujar Tohom, Sabtu (25/4/2026).
Ia menilai, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan penggunaan listrik, tetapi juga membuka peluang efisiensi jangka panjang jika dimanfaatkan secara tepat.
“Dengan daya listrik yang memadai, konsumen bisa menghindari beban berlebih yang berisiko pada instalasi, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan perangkat elektronik,” katanya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung Kopdeskel Hadirkan PLTS, Terangi Wilayah Sulit Dijangkau
Tohom juga melihat langkah ini sebagai bentuk respons adaptif PLN terhadap dinamika sosial-ekonomi, khususnya digitalisasi kerja yang semakin masif.
Menurutnya, kebutuhan listrik rumah tangga kini tidak bisa lagi disamakan dengan pola konsumsi konvensional sebelum pandemi.
“WFH telah mengubah struktur konsumsi listrik, dan kebijakan ini menunjukkan bahwa penyedia listrik mampu membaca perubahan tersebut dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini seharusnya dimanfaatkan tidak hanya untuk peningkatan daya semata, tetapi juga sebagai momentum edukasi konsumen terkait penggunaan listrik yang lebih bijak dan berkelanjutan.
“Konsumen perlu memahami bahwa peningkatan daya harus diiringi dengan manajemen energi yang baik, agar manfaatnya benar-benar optimal,” kata Tohom.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa kebijakan diskon tambah daya menjadi indikator penting dalam transformasi layanan kelistrikan nasional yang semakin berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Ia menilai, langkah ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap PLN sebagai institusi yang tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung produktivitas masyarakat.
Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa ke depan, kebijakan serupa perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk dengan program efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi smart grid.
“Transformasi sektor kelistrikan tidak cukup hanya pada sisi pasokan, tetapi juga harus menyentuh pola konsumsi yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]