“PLN telah membuktikan kemampuannya dalam menghadirkan listrik hingga pelosok negeri. Dengan dukungan regulasi yang kuat serta perencanaan yang matang, kami optimistis PLN mampu mengintegrasikan tambahan kapasitas energi surya dalam jumlah besar ke dalam sistem kelistrikan nasional,” ujarnya.
Ia juga memandang rencana pengembangan PLTS terapung di bendungan dan waduk sebagai terobosan yang dapat mempercepat pencapaian target energi terbarukan sekaligus mengoptimalkan aset infrastruktur yang telah dimiliki negara.
Baca Juga:
Tiga Proyek PGE Masuk Green Book, Dana Rp8,6 Triliun Siap Mengalir dari Dunia Internasional
“Pemanfaatan waduk dan bendungan untuk PLTS terapung merupakan solusi cerdas karena tidak memerlukan pembebasan lahan yang luas. Indonesia memiliki banyak potensi lokasi yang dapat dikembangkan sehingga peluang pencapaian target 100 GW menjadi semakin terbuka,” katanya.
Tohom menambahkan bahwa strategi pemerintah yang mengaitkan pengembangan PLTS dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik, konversi peralatan berbasis listrik, serta hilirisasi industri merupakan langkah yang tepat untuk memastikan listrik yang dihasilkan dapat terserap secara optimal.
“Pertumbuhan konsumsi listrik harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pasokan energi bersih. Dengan begitu, investasi yang dilakukan negara akan menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing industri nasional,” ujarnya.
Baca Juga:
Tenggelam Saat Hajar Kapal Jepang, USS Herring Akhirnya Ditemukan Setelah 82 Tahun
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan program PLTS 100 GW dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas tarif listrik dalam jangka panjang karena biaya teknologi energi surya terus mengalami penurunan secara global.
“Dalam perspektif perlindungan konsumen, semakin besar porsi energi terbarukan yang kompetitif dalam bauran energi nasional, maka peluang terciptanya sistem kelistrikan yang efisien dan berkelanjutan juga akan semakin besar. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat sebagai pengguna listrik,” kata Tohom.
Ia berharap regulasi yang sedang disusun pemerintah dapat memberikan kepastian investasi, memperkuat industri dalam negeri, serta mendorong keterlibatan pelaku usaha nasional agar manfaat ekonomi dari program PLTS 100 GW dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Indonesia.