“PLN sudah berada di jalur yang tepat dengan mulai memanfaatkan biomasa sebagai bagian dari bauran energi nasional, dan ini perlu dijaga konsistensinya agar tidak terhambat persoalan teknis maupun kebijakan,” katanya.
Di sisi lain, Tohom mengingatkan pentingnya standardisasi kualitas biomasa serta kesiapan rantai pasok agar implementasi di lapangan berjalan optimal dan tidak menimbulkan inefisiensi.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa transformasi energi tidak bisa hanya dilihat dari sisi teknologi, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Kalau ekosistemnya kuat, transisi energi kita tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi biomasa dapat menjadi salah satu jawaban strategis Indonesia dalam menghadapi dinamika global sektor energi, termasuk fluktuasi harga bahan bakar dan tekanan terhadap isu lingkungan.
Baca Juga:
Dorong Stakeholder Kelistrikan Optimalkan EBT Demi Kurangi Pemakaian BBM, ALPERKLINAS: Transisi Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat kemandirian energi nasional berbasis sumber daya dalam negeri yang melimpah,” pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]