Menurutnya, literasi konsumen harus berjalan beriringan dengan program promosi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
“ALPERKLINAS mendorong PLN untuk aktif mengedukasi pelanggan, bukan hanya soal diskon, tetapi juga konsekuensi pemakaian daya dan efisiensi energi,” katanya.
Baca Juga:
PLN Sukses Energize GISTET dan SUTET 500 kV Paiton, ALPERKLINAS: Fondasi Penting Keandalan Listrik Nasional
Ia juga menilai keterkaitan promo ini dengan IIMS 2026 sebagai langkah visioner dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Program Home Charging Services (HCS) dengan diskon pasang baru dan tarif malam hari dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kesiapan infrastruktur kelistrikan nasional.
“Ini sinyal bahwa transformasi energi tidak hanya slogan, tetapi mulai menyentuh kebutuhan riil konsumen di tingkat rumah tangga,” tambah Tohom.
Baca Juga:
Konsumsi Listrik Tumbuh 3,75 Persen, ALPERKLINAS: Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi
ALPERKLINAS berharap kebijakan serupa tidak bersifat insidental atau terbatas pada event tertentu saja.
Ke depan, diperlukan kebijakan berkelanjutan yang menjamin keseimbangan antara kepentingan bisnis, keberlanjutan energi, dan perlindungan hak-hak konsumen listrik.
“Jika konsumen merasa dilindungi dan dilibatkan, maka transisi menuju energi bersih dan kendaraan listrik akan berjalan lebih cepat dan sehat,” pungkas Tohom.