Lebih lanjut, ia menilai inovasi digital melalui aplikasi PLN Mobile menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung pengalaman pengguna kendaraan listrik.
"Fitur seperti Trip Planner dan AntreEV adalah game changer. Konsumen kini bisa merencanakan perjalanan dengan lebih presisi dan menghindari antrean panjang. Ini adalah bentuk pelayanan berbasis data yang sangat progresif," ungkap Tohom.
Baca Juga:
Kolaborasi KKP dan PLN Perkuat Tata Ruang Laut, ALPERKLINAS: Fondasi Kedaulatan Energi Nasional
ALPERKLINAS juga mengapresiasi langkah PLN dalam menyiagakan SPKLU Mobile di titik-titik strategis sebagai solusi darurat yang responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
"Pendekatan ini menunjukkan PLN memahami dinamika konsumen. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal empati terhadap pengguna," tambahnya.
Tohom menyebutkan bahwa ke depan, sinergi antara pemerintah, PLN, dan sektor swasta harus terus diperkuat guna mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga:
Perkuat Integritas dan Pelayanan Pelanggan, PLN UP3 Depok Gelar Internalisasi Budaya Kerja
"Momentum ini harus dijaga. Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik global, dan PLN sudah meletakkan fondasi yang sangat kuat," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa meningkatnya transaksi SPKLU menunjukkan perkembangan signifikan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia yang didukung percepatan pembangunan infrastruktur.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keandalan layanan SPKLU, terutama selama periode mudik Idulfitri.