“Pendekatan berbasis data real time seperti ini menunjukkan bahwa PLN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem layanan yang cerdas dan responsif terhadap kebutuhan konsumen,” katanya.
Ia juga menilai strategi digitalisasi yang dilakukan PLN mencerminkan arah transformasi sektor ketenagalistrikan menuju sistem energi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
Dalam pandangannya, digitalisasi menjadi fondasi penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas di Indonesia.
“Transformasi digital dalam layanan kelistrikan akan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. Ketika konsumen merasa perjalanan mereka aman dan mudah karena dukungan teknologi, maka kepercayaan terhadap kendaraan listrik akan semakin meningkat,” ungkap Tohom.
Lebih lanjut, ALPERKLINAS memandang sinergi antara pembangunan infrastruktur SPKLU dan inovasi layanan digital sebagai langkah strategis yang mampu memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi masa depan transportasi berbasis energi bersih.
Baca Juga:
Milad UMSU ke-69: PLN Hadir dengan Program Transisi Energi!
“PLN telah menunjukkan visi jangka panjang dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang tidak hanya berorientasi pada ketersediaan energi, tetapi juga pada kenyamanan dan perlindungan konsumen. Ini merupakan langkah visioner yang patut didukung semua pihak,” tutupnya.
[Redaktur: Mega Puspita]