KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) memberikan apresiasi terhadap langkah PT PLN (Persero) yang mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile guna meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik (EV) saat mudik Lebaran.
Organisasi perlindungan konsumen listrik tersebut menilai strategi digitalisasi ini merupakan langkah progresif yang tidak hanya mempermudah pengguna EV, tetapi juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin berkembang.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa inovasi layanan digital yang dilakukan PLN menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memastikan pengguna kendaraan listrik memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, efisien, dan terencana.
“Optimalisasi fitur dalam aplikasi PLN Mobile merupakan terobosan penting dalam mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, khususnya pada momentum mudik Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan trafik kendaraan secara signifikan,” ujar Tohom, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kehadiran fitur Trip Planner dan AntreEV menjadi solusi praktis yang menjawab kebutuhan utama pengguna kendaraan listrik dalam perjalanan jarak jauh, yakni kepastian lokasi pengisian daya serta manajemen waktu pengisian yang efisien.
Baca Juga:
Milad UMSU ke-69: PLN Hadir dengan Program Transisi Energi!
“Fitur Trip Planner memungkinkan pengguna merencanakan perjalanan secara lebih matang karena mereka bisa mengetahui lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekaligus memperkirakan kebutuhan energi selama perjalanan. Ini sangat membantu menghilangkan kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan,” jelasnya.
Tohom menambahkan, fitur AntreEV juga menjadi inovasi yang relevan dalam menghadapi potensi kepadatan di titik pengisian daya selama arus mudik.
Dengan sistem pemantauan ketersediaan charger secara real time, pengguna dapat menyesuaikan waktu kedatangan sehingga waktu tunggu dapat diminimalkan.
“Pendekatan berbasis data real time seperti ini menunjukkan bahwa PLN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem layanan yang cerdas dan responsif terhadap kebutuhan konsumen,” katanya.
Ia juga menilai strategi digitalisasi yang dilakukan PLN mencerminkan arah transformasi sektor ketenagalistrikan menuju sistem energi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam pandangannya, digitalisasi menjadi fondasi penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas di Indonesia.
“Transformasi digital dalam layanan kelistrikan akan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. Ketika konsumen merasa perjalanan mereka aman dan mudah karena dukungan teknologi, maka kepercayaan terhadap kendaraan listrik akan semakin meningkat,” ungkap Tohom.
Lebih lanjut, ALPERKLINAS memandang sinergi antara pembangunan infrastruktur SPKLU dan inovasi layanan digital sebagai langkah strategis yang mampu memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi masa depan transportasi berbasis energi bersih.
“PLN telah menunjukkan visi jangka panjang dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang tidak hanya berorientasi pada ketersediaan energi, tetapi juga pada kenyamanan dan perlindungan konsumen. Ini merupakan langkah visioner yang patut didukung semua pihak,” tutupnya.
[Redaktur: Mega Puspita]