Lebih jauh, ALPERKLINAS melihat bahwa program Ikatan Kerja berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan listrik nasional.
“Konsumen listrik hari ini semakin kritis. Mereka membutuhkan kepastian layanan, respons cepat, dan transparansi. Dengan hadirnya SDM muda yang kompeten, kami optimistis kualitas layanan akan meningkat signifikan,” ucap Tohom.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Ia juga mendorong agar program ini terus diperluas ke depannya, baik dari sisi kuota maupun cakupan kompetensi.
“Kami berharap ke depan tidak hanya 150, tetapi bisa lebih banyak lagi putra-putri terbaik bangsa yang disiapkan untuk memperkuat sektor kelistrikan nasional, termasuk di daerah-daerah terpencil,” katanya.
Program Ikatan Kerja ITPLN sendiri merupakan jalur seleksi prestasi internal yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa terbaik untuk mengikuti proses rekrutmen terstruktur di PLN Group.
Baca Juga:
Tak Pulang Demi Terang, Riki Waberta 4 Tahun Tak Mudik Jaga Listrik Istana dan Jutaan Pelanggan Saat Lebaran
Seleksi ini mencakup tahapan akademik, kemampuan bahasa Inggris, psikotes, wawancara, hingga tes kesehatan.
Sebanyak 150 mahasiswa yang lolos seleksi akan menandatangani kontrak dinas dengan PLN Group.
Sementara itu, mahasiswa yang belum berhasil tetap berstatus sebagai mahasiswa reguler dan berpeluang direkrut jika masuk dalam 100 lulusan terbaik saat menyelesaikan studi.