Tohom juga menilai bahwa program promo seperti ini memiliki dampak ganda bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Peningkatan daya listrik di rumah tangga maupun usaha kecil dinilai dapat mendukung produktivitas ekonomi masyarakat.
“Ketika kapasitas listrik meningkat, aktivitas ekonomi rumah tangga dan UMKM juga dapat berkembang. Artinya, kebijakan ini bukan hanya soal listrik, tetapi juga berkaitan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:
PLN Turunkan 72 Ribu Personel dan 1.349 Gardu Bergerak Hadapi Idulfitri, ALPERKLINAS Angkat Jempol
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah PLN memberikan diskon tambah daya dalam momentum perayaan HUT Jakarta juga memperlihatkan peran BUMN dalam mendukung agenda pembangunan perkotaan yang modern dan ramah investasi.
“Energi listrik merupakan tulang punggung pembangunan kota. Dengan memastikan akses listrik yang lebih baik dan lebih terjangkau, PLN turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem ekonomi perkotaan yang semakin produktif,” katanya.
ALPERKLINAS juga mengapresiasi sistem e-voucher dalam program tersebut yang dinilai mempermudah pelanggan dalam mengajukan penambahan daya setelah melakukan transaksi melalui aplikasi PLN Mobile.
Baca Juga:
PLN Pastikan Layanan Pengisian EV Siap 24 Jam Selama Mudik Lebaran
Menurut Tohom, inovasi layanan seperti fitur SwaCAM dan catat meter mandiri di aplikasi PLN Mobile juga menjadi bagian penting dalam memperkuat transparansi perhitungan tagihan listrik bagi pelanggan.
“Langkah ini menunjukkan bahwa PLN semakin serius dalam memberikan layanan yang akuntabel dan mudah diakses masyarakat. Transparansi tagihan adalah salah satu kunci penting dalam perlindungan konsumen listrik,” tuturnya.
Ia berharap program-program inovatif seperti ini dapat terus diperluas tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.