Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan keberhasilan menembus pasar Bangladesh merupakan sinyal kuat bahwa PLN Group memiliki daya saing tinggi dalam sektor pembangkitan berbasis energi baru terbarukan.
“Langkah ini akan memperkokoh posisi PLN Indonesia Power sebagai pemain kunci energi hijau di kawasan Asia dan menjadi inspirasi bagi BUMN lain untuk terus berekspansi ke pasar global,” katanya.
Baca Juga:
Belanja Online Terancam Lebih Mahal, YLKI Soroti Dampak Kenaikan Biaya Logistik
Menurut Tohom, proyek ini juga memiliki dampak strategis terhadap agenda pengurangan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan.
“Ketika perusahaan nasional mampu mengambil peran dalam proyek energi surya internasional, maka Indonesia ikut berkontribusi langsung terhadap masa depan energi yang lebih bersih dan berkeadilan,” ucapnya.
ALPERKLINAS berharap kerja sama antara PLN Indonesia Power dan Bay Group dapat berjalan lancar hingga tahap konstruksi dan operasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Baca Juga:
BPK Tak Monopoli Kerugian Negara, Kejagung Pastikan BPKP Tetap Berwenang
“Kolaborasi ini harus menjadi awal dari ekspansi yang lebih luas agar PLN Indonesia Power semakin kokoh sebagai perusahaan energi kelas dunia,” tutup Tohom.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyatakan kerja sama ini merupakan proyek pertama perusahaan di Bangladesh dan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi di pasar global.
Sementara itu, Managing Director Bay Group sekaligus Chairman Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD Ziaur Rahman menyebut PLN Indonesia Power sebagai mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan.