Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik atau panas industri juga memiliki dampak ganda karena selain menghasilkan energi, teknologi tersebut turut membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di perkotaan.
"Energy from waste adalah solusi dua sisi. Kita mengurangi beban sampah sekaligus menghasilkan energi. Ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan sangat relevan untuk kota-kota besar di Indonesia," jelasnya.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Lebih jauh, ALPERKLINAS memandang bahwa pengembangan ekosistem energi bersih juga akan memperkuat kepercayaan konsumen listrik terhadap arah kebijakan energi nasional.
"Ketika konsumen melihat bahwa listrik yang mereka gunakan semakin bersih dan ramah lingkungan, kepercayaan terhadap sistem kelistrikan nasional akan meningkat. Ini penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi rendah karbon," ujar Tohom.
Ia juga menyebutkan bahwa konsistensi kebijakan energi sangat dibutuhkan agar investasi swasta di sektor EBT dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Gelar Peralatan dan Personil KHS di Monas, Perkuat Kesiapan Layanan Kelistrikan bagi Masyarakat
"Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Jika dikelola secara konsisten dan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, PLN, swasta, hingga masyarakat, maka kita tidak hanya mencapai ketahanan energi tetapi juga kualitas lingkungan yang jauh lebih baik," tutupnya.
Sebelumnya, PT TBS Energi Utama Tbk mengungkapkan rencana ekspansi bisnis ke sektor energi baru terbarukan, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga mini hidro di Lampung dan proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di Batam.
Perusahaan juga memperkuat lini bisnis pengelolaan limbah dan teknologi energy from waste sebagai bagian dari transformasi menuju bisnis energi hijau.