“Ketika emisi dapat dikonversi menjadi pendapatan, maka masyarakat sebagai konsumen sesungguhnya ikut menikmati manfaatnya melalui sistem ketenagalistrikan yang semakin sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa kerja sama dengan perusahaan global seperti DevvStream Inc. membuktikan bahwa kemampuan dan reputasi PLN Indonesia Power telah mendapat pengakuan internasional.
Baca Juga:
Modus Menyamar Petugas PLN Terbongkar, ALPERKLINAS: Pencurian Kabel Listrik Ancam Kepentingan Publik
“Ini menandakan Indonesia tidak hanya menjadi pasar energi, tetapi sudah tampil sebagai pemain penting dalam ekonomi hijau dunia. PLN Indonesia Power menunjukkan bahwa BUMN nasional memiliki kapasitas untuk bersaing dan memimpin,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan PLTS off-grid juga merupakan solusi yang sangat tepat karena mampu memenuhi kebutuhan energi pelanggan secara mandiri, meningkatkan efisiensi, serta menekan emisi tanpa membebani jaringan utama.
“Model seperti ini sangat ideal bagi kawasan industri, pertambangan, perkebunan, hingga wilayah terpencil. Selain ramah lingkungan, pendekatan ini juga meningkatkan ketahanan energi nasional,” ucap Tohom.
Baca Juga:
Tambah Daya PLN Tembus 22 Juta VA di Jatim, ALPERKLINAS: Energi Andal Jadi Fondasi Produktivitas Nasional
ALPERKLINAS meyakini, optimalisasi pasar karbon akan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat struktur pendapatan PLN Group di masa depan, sekaligus mempercepat tercapainya target transisi energi nasional menuju net zero emission.
“PLN Indonesia Power telah membuktikan bahwa inovasi, keberanian, dan visi jangka panjang dapat mengubah tantangan perubahan iklim menjadi peluang ekonomi yang sangat menjanjikan bagi bangsa,” pungkas Tohom.
Sebelumnya, PT PLN Indonesia Power menandatangani Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) dengan DevvStream Inc. pada 5 Februari 2026 di Jakarta.