“Penghematan ini signifikan. Dengan daya yang lebih besar, masyarakat bisa meningkatkan produktivitas, baik untuk usaha rumahan, digitalisasi, maupun kebutuhan peralatan elektronik modern,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kemudahan proses melalui aplikasi PLN Mobile. Menurut Tohom, digitalisasi layanan yang dilakukan PLN menunjukkan transformasi korporasi yang semakin adaptif.
Baca Juga:
PLN Sumedang: Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen di Bulan Ramadan, Wujudkan Kenyamanan Ibadah dan Aktivitas Pelanggan
“Proses pengajuan yang sepenuhnya melalui PLN Mobile mempercepat layanan, meminimalkan tatap muka, dan meningkatkan transparansi. Ini selaras dengan prinsip perlindungan konsumen yang kami dorong, yakni kemudahan akses, kejelasan informasi, dan kepastian layanan,” tegasnya.
Lebih jauh, Tohom memandang kebijakan pembatasan maksimal empat e-voucher per akun sebagai langkah adil agar manfaat promo tersebar lebih merata.
“Distribusi manfaat yang proporsional ini penting agar tidak terjadi monopoli akses oleh pihak tertentu. Ini menunjukkan PLN mempertimbangkan asas keadilan sosial,” katanya.
Baca Juga:
Diskon Listrik PLN Februari 2026, ALPERKLINAS Nilai Dampak Ekonomi Jangka Panjang bagi Konsumen
ALPERKLINAS juga mengajak masyarakat memanfaatkan periode promo sebelum berakhir pada 23 Agustus 2025.
Tohom menekankan bahwa peningkatan daya listrik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas hidup dan daya saing ekonomi keluarga.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa program “Energi Kemerdekaan” merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan setia sekaligus dukungan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik dengan biaya yang lebih terjangkau.