Lebih jauh, Tohom mendorong agar agenda konservasi energi mendapat porsi yang sama kuatnya dengan pengembangan EBT.
Menurutnya, efisiensi energi adalah cara tercepat dan termurah untuk menekan biaya listrik masyarakat.
Baca Juga:
Bahlil Bertemu Menteri Energi Rusia, RI dapat LPG dan Tambahan Minyak
"Kalau kita bicara masa depan energi, maka efisiensi adalah fondasinya. PLN bersama pemerintah harus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan listrik yang hemat tanpa mengurangi kualitas hidup," ujarnya.
Tohom juga melihat IndoEBTKE ConEx sebagai peluang memperkuat kolaborasi regional ASEAN, namun mengingatkan agar kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama.
"Kerja sama regional penting, tetapi jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Indonesia harus menjadi pemain utama, dengan PLN sebagai lokomotifnya dan konsumen sebagai pusat kebijakan," tegasnya.
Baca Juga:
Bahlil Bawa Kabar Besar dari Moskow, RI Amankan Pasokan Energi dari Rusia
Ia berharap forum ini mampu melahirkan langkah konkret yang tidak hanya mempercepat transisi energi, tetapi juga memperkuat perlindungan konsumen listrik dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi platform kolaborasi strategis untuk mendorong percepatan energi bersih di Indonesia dan ASEAN, dengan fokus pada investasi, inovasi teknologi, serta penguatan kerja sama regional di tengah dinamika geopolitik energi global.
[Redaktur: Mega Puspita]