KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx 2026 sebagai momentum strategis untuk mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat peran PT PLN (Persero) dalam menjamin keandalan pasokan listrik yang terjangkau bagi masyarakat.
Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional, KRT Tohom Purba, menilai ajang ini tidak hanya penting dari sisi investasi dan teknologi, tetapi juga harus berdampak langsung terhadap perlindungan konsumen listrik nasional.
Baca Juga:
Bahlil Bertemu Menteri Energi Rusia, RI dapat LPG dan Tambahan Minyak
"Transisi energi tidak boleh hanya bicara ambisi besar dan angka gigawatt, tetapi juga harus memastikan bahwa masyarakat sebagai konsumen mendapatkan listrik yang andal, berkualitas, dan tetap terjangkau. Di sinilah peran PLN menjadi sangat krusial," ujar Tohom, Kamis (16//4/2026).
Menurutnya, dorongan pemerintah melalui IndoEBTKE ConEx 2026 harus dibarengi dengan penguatan ekosistem kelistrikan nasional, termasuk kesiapan infrastruktur dan skema tarif yang berpihak pada rakyat.
Tohom menegaskan bahwa PLN memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung transisi energi di Indonesia.
Baca Juga:
Bahlil Bawa Kabar Besar dari Moskow, RI Amankan Pasokan Energi dari Rusia
Oleh karena itu, setiap percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) harus terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional yang dikelola PLN.
"PLN tidak hanya operator, tetapi juga penjaga kedaulatan energi. Maka investasi EBT harus sinkron dengan kemampuan grid, agar tidak menimbulkan beban baru bagi konsumen," katanya.
Ia juga menyoroti potensi besar energi surya yang mencapai ribuan gigawatt sebagai peluang emas, namun membutuhkan desain kebijakan yang matang agar implementasinya tidak menimbulkan ketimpangan akses listrik.
Lebih jauh, Tohom mendorong agar agenda konservasi energi mendapat porsi yang sama kuatnya dengan pengembangan EBT.
Menurutnya, efisiensi energi adalah cara tercepat dan termurah untuk menekan biaya listrik masyarakat.
"Kalau kita bicara masa depan energi, maka efisiensi adalah fondasinya. PLN bersama pemerintah harus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan listrik yang hemat tanpa mengurangi kualitas hidup," ujarnya.
Tohom juga melihat IndoEBTKE ConEx sebagai peluang memperkuat kolaborasi regional ASEAN, namun mengingatkan agar kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama.
"Kerja sama regional penting, tetapi jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Indonesia harus menjadi pemain utama, dengan PLN sebagai lokomotifnya dan konsumen sebagai pusat kebijakan," tegasnya.
Ia berharap forum ini mampu melahirkan langkah konkret yang tidak hanya mempercepat transisi energi, tetapi juga memperkuat perlindungan konsumen listrik dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi platform kolaborasi strategis untuk mendorong percepatan energi bersih di Indonesia dan ASEAN, dengan fokus pada investasi, inovasi teknologi, serta penguatan kerja sama regional di tengah dinamika geopolitik energi global.
[Redaktur: Mega Puspita]