Rupanya kelebihan serta kekurangan dua model mesin penggerak tersebut, lebih ke penggunaannya yang ditujukan untuk tipe motor berbeda.
“Kalau model hub ini lebih cocok buat motor skubek (skuter bebek), sedangkan model terpisah biasa dipakai buat motor listrik tipe bebek atau sport,” jelasnya.
Baca Juga:
Rasakan Pengalaman Naik Motor Listrik, PLN UID Jakarta Raya Ajak Media “Electric Vehicle Rides”
Meskipun motor listrik tipe skubek ada yang pakai mesin model terpisah, sisi tampilan lebih jadi pertimbangan utama.
“Berdasarkan pengalaman kami, proses pengerjaan juga lebih simpel dan lebih enak dilihat kalau jenis skubek pakai model hub dan untuk jenis sport pakai penggerak yang terpasang di tengah,” lengkap Ady.
Buat yang mungkin berminat membangun sebuah motor listrik tinggal pilih jenis mesin yang akan digunakan.
Baca Juga:
Prabowo Rencanakan Penggunaan Sepeda Motor Listrik bagi Seluruh Becak di Indonesia Nanti
Yakni bisa gunakan mesin yang terpasang di tengah seperti pada mesin motor bensin.
Atau bisa juga pasang mesin motor listrik yang langsung menyatu dengan hub atau teromol roda belakang.
Nah, sekarang terjawab motor listrik yang masih pakai rantai atau belt, dan ada juga yang menyatu dengan pelek belakang. (tum)