Konsumenlistrik.com | Menteri BUMN Erick Thohir memberi sinyal PT PLN (Persero) bakal diprioritaskan menjadi penyerap gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Namun, ia tak merinci berapa besar kuota LNG yang akan dijual untuk PLN.
Baca Juga:
PHR, Polda Sumsel dan Kejari Prabumulih, Sinergi untuk Peningkatan Kesadaran dan Penegakan Hukum di Kegiatan Hulu Migas
Ia menyebut produsen terbesar LNG di RI, PT Pertamina (Persero) telah bertemu dengan PLN dalam sebuah rapat guna membahas penyerapan LNG.
Dari pertemuan itu, Pertamina telah berkomitmen untuk memprioritaskan PLN.
"Produsen LNG mayoritas kan Pertamina. Sudah ada rapat Pertamina dan PLN. Kami commit pada kebutuhan dalam negeri," ujar Erick seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (6/1).
Baca Juga:
Skandal Minyak Pertamina Rugikan Negara Rp69 Triliun, Eks Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun
Ia menyebut kesepakatan kedua BUMN energi tersebut merupakan solusi jangka pendek dari polemik krisis LNG yang melanda PLN.
"Jangka pendek kebutuhan LNG PLN yang di-supply Pertamina, hari ini sudah diputuskan diproritaskan untuk kembali ke PLN, tapi p mesti ada kontaknya, semua butuh kepastian," ujar Erick.
Seperti batu bara, saat ini juga terjadi krisis gas alam cair di PLN. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan produsen LNG atau gas alam cair memprioritaskan kebutuhan dalam negeri ketimbang ekspor. Produsen yang dimaksud adalah PT Pertamina (Persero) dan perusahaan swasta.
"Terkait pasokan LNG, saya juga minta kepada produsen LNG, baik Pertamina dan swasta untuk mengutamakan kebutuhan di dalam negeri terlebih dahulu," ungkap Jokowi, Senin (3/1). [tum]