KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) memberikan apresiasi terhadap langkah PT PLN (Persero) yang terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara setelah infrastruktur transmisi terdampak cuaca ekstrem.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan percepatan pemulihan yang dilakukan PLN merupakan respons penting untuk menjaga kepentingan konsumen, layanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
“Dalam situasi gangguan akibat cuaca ekstrem, yang dibutuhkan konsumen adalah respons cepat, komunikasi terbuka, dan pekerjaan teknis yang tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” ujar Tohom, dikutip Jumat (12/6/2026).
Menurut Tohom, langkah PLN yang menargetkan penyelesaian lebih cepat dari skenario awal hingga 14 Juni 2026 menunjukkan adanya keseriusan dalam mengelola kondisi darurat secara terukur.
Ia menilai pengerahan personel internal, mitra kerja, serta pembangunan tower darurat menjadi bukti bahwa pemulihan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi langsung menyentuh titik-titik kritis di lapangan.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
“Pembangunan emergency tower dan mobilisasi material merupakan langkah strategis karena gangguan transmisi tidak bisa diselesaikan hanya dengan pengaturan beban, tetapi harus ditangani dari akar persoalan infrastrukturnya,” katanya.
Tohom mengatakan manajemen beban atau pemadaman bergilir dalam kondisi tertentu dapat dipahami sebagai langkah pengamanan sistem, sepanjang dilakukan secara proporsional dan disertai informasi yang jelas kepada pelanggan.
Ia menyebut keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari perlindungan konsumen listrik, terutama ketika gangguan berdampak pada aktivitas rumah tangga, usaha kecil, layanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik.